Peluang Bisnis Telur Asin, Makanan Favorit Masyarakat Indonesia
- by Euis Ningsih
- Editor Mahadevi Pramitha
- 20 Jan 2026
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Telur asin dengan cita rasanya yang gurih dengan tekstur lembut menjadi salah satu makanan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Tingginya permintaan akan telur asin di Yogyakarta membuka peluang usaha bagi masyarakat, khususnya di sektor peternakan dan pengolahan telur asin.
Salah satu pelaku usaha telur asin tersebut adalah Munawir, peternak bebek yang juga memproduksi dan menjual telur asin. Munawir yang berprofesi sebagai guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Pertama Al-Azhar, mulai beternak bebek sejak tahun 2020.
“Aslinya kan kegiatan harian saya ngajar, tapi ketika pandemi semua WFH. Akhirnya muncul ide untuk beternak,” ujar Munawir dalam Obrolan UMKM, Senin, 19 Januari 2026 di studio RRI Pro2 Jogja.
Usaha peternakan bebek yang dijalaninya dimulai sejak tahun 2020 dan terus dikembangkan hingga saat ini. Ia kini menjadi pemasok tetap di sejumlah kios martabak terkenal di Yogyakarta.
Saat ini, usaha peternakan bebek milik Munawir yang diberi nama Mantul mampu memproduksi hingga 700 butir telur per hari. Pada momen tertentu, seperti bulan Ramadan dan hari raya lainnya, permintaan meningkat hingga mencapai 1.500 butir telur per hari.
Untuk menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen, baik telur bebek mentah maupun telur asin, Munawir menerapkan
quality control ketat. Namun, telur yang pecah atau retak tidak langsung dibuang, melainkan diolah menjadi produk makanan seperti buntil dan bothok telur asin yang dibuat bersama istrinya.Inovasi tersebut berhasil menarik minat pelanggan untuk mencoba olahan telur asin dengan cita rasa rumahan. Menurut Munawir, pelaku usaha harus mampu membaca situasi agar dapat menemukan peluang baru demi menjaga keberlangsungan usaha.
Selain sebagai peternak dan distributor, Munawir juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya Bahana UMKM yang dibina oleh Tetra Budiarto.
Melalui jejaring tersebut, pelaku UMKM memiliki akses yang lebih luas untuk mengembangkan usahanya. Founder Bahana UMKM, Tetra Budiarto, mengatakan bahwa kemampuan melihat peluang menjadi kunci keberhasilan pelaku UMKM.
“Karena sebentar lagi adalah momen Ramadhan, dimana pasti makanan yang disajikan MBG adalah makanan kering, pasti kebutuhan telur pasti banyak. Bukan hanya bebek terus, bisa ayam, namun dari 100 dapur kebutuhannya pasti luar biasa,” ujar Tetra.
Di akhir obrolan Tetra berharap seluruh produsen telur, baik telur asin maupun telur ayam, dapat saling berkoordinasi agar mampu memenuhi tingginya permintaan pasar. Senada dengan hal tersebut, Pak Munawir menegaskan bahwa usaha telur asin tidak sekadar mengolah telur, tetapi juga mengelola potensi lokal yang memiliki peluang ekonomi tinggi. (Jordan Oloan)