Uji Kompetensi Mlungsungi, Transformasi Penari Sanggar Langit Alang-alang

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Sanggar Langit Alang-alang kembali menggelar uji kompetensi untuk siswa siswi anggota sanggar, Sabtu 17 Januari 2026. Uji Kompetensi Sanggar Langit Alang-alang 2026 ini digelar di Taman Budaya Kulon Progo (TBK) dan mengusung tema filosofis, Mlungsungi.

Dalam Bahasa Jawa,

mlungsungi berarti berganti kulit. Tema ini dipilih bukan tanpa alasan. Tema ini menjadi simbol transformasi besar bagi para siswa untuk melepas keterbatasan lama dan lahir kembali dengan kemampuan yang lebih mumpuni.

Menurut pendiri Sanggar Langit Alang-alang, Dewi Puspita Sari, S.Sn., tema ini dipilih karena memiliki arti bertransformasi untuk perubahan besar dan kelahiran kembali. Konsep ini diibaratkan seperti siklus hidup kupu-kupu. Setelah menempuh pendidikan selama satu semester, para siswa diharapkan dapat mengikuti uji kompetensi sehingga bisa lebih berkembang, dapat mengepakkan sayapnya lebih luas lagi.

“Mlungsungi berarti bertransformasi. Seperti halnya kupu-kupu yang berubah wujud demi pembaruan dan perbaikan,” ujar Dewi saat ditemui di acara.

Sebanyak 153 siswa dari berbagai tingkatan menunjukkan kebolehannya di hadapan para penguji. Ketegasan dan objektivitas menjadi kunci dalam uji kompetensi ini. Pihak sanggar menghadirkan tiga dewan juri yang memiliki latar belakang kompeten untuk memberikan evaluasi menyeluruh, yakni Dewi Puspita Sari, S.Sn. (Pimpinan Sanggar Langit Alang-Alang), dr. Inggar Wibisana, S.Ked, A.P., M.M. (sosok multidimensi: Dokter, Abdi Dalem Kraton, sekaligus praktisi tari dan vokal) dan Agattia Septarini, S.Pd. (Pemilik Sanggar Tari Timbang Dolan).

Meski persiapan intensif hanya dilakukan dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu, para peserta tampil memukau dan penuh percaya diri. Bagi para siswa, momen ini bukan sekadar panggung pertunjukan. Uji kompetensi ini merupakan syarat mutlak untuk naik ke level yang lebih tinggi. Setiap peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat resmi dan berhak mengakses materi tari yang lebih kompleks di kelas berikutnya.

"Tujuan utamanya adalah memupuk rasa percaya diri. Kami ingin mereka lebih semangat belajar dan menanamkan rasa cinta yang mendalam terhadap seni dan budaya sejak dini," tambah Dewi.

Melalui acara Mlungsungi ini, Sanggar Langit Alang-Alang kembali menegaskan perannya sebagai wadah generasi muda di Kulon Progo untuk terus merawat seni dan budaya di tengah arus modernisasi. Pemilihan TBK sebagai tempat digelarnya uji kompetensi ini juga selaras dengan harapan Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo untuk menghidupkan TBK untuk kegiatan seni dan budaya masyarakat.


Rekomendasi Berita