Inovasi Listrik dan Busana SMK Muhammadiyah 2 Sleman
- by Katon Prayogi
- Editor Rini Rustriani Lesti Handayani
- 11 Jan 2026
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Kegiatan Muhammadiyah Sleman Expo 2026 kembali digelar sebagai ajang memperkenalkan berbagai potensi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) kepada masyarakat luas. Acara ini menghadirkan AUM dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah, serta unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Sleman.
Salah satu peserta yang menarik perhatian pengunjung adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 2 Sleman. Sekolah kejuruan ini menampilkan mobil dan Sepeda Motor listrik sebagai media praktik pembelajaran siswa, sekaligus wujud adaptasi terhadap perkembangan teknologi otomotif terkini.
Hasil karya Desain dan produksi busana diserbu oleh ibu ibu pengunjung karena desain yang elegan dan kualitas yang dipantau oleh guru guru dengan jam terbang yang sudah tinggi dan kerjasama dengan dunia industri rekanan dibidang butik dan garmen sehingga hasil karya yang berkualitas dan dijual dengan harga yang bersahabat wujud kurikulum Teacing Factory (Tefa).
Guru produktif SMK Muhammadiyah 2 Sleman Hartoyo, menjelaskan bahwa Muhammadiyah Sleman Expo menjadi wadah terbuka untuk menampilkan aktivitas dan karya masing-masing AUM. “Ini ajang tahunan agar masyarakat tahu apa saja kegiatan dan kontribusi Muhammadiyah di Sleman,” ujarnya.
Menurut Hartoyo, pemilihan lokasi Expo tahun ini di Sleman City Hall (SCH) dinilai strategis karena berada di pusat wilayah Kabupaten. Lokasi tersebut memudahkan akses masyarakat dari berbagai penjuru Sleman untuk hadir dan melihat langsung kegiatan Expo.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya kegiatan serupa sempat digelar di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta. Perpindahan lokasi dilakukan agar jangkauan pengunjung lebih merata dan Muhammadiyah semakin dekat dengan masyarakat.
Mobil listrik yang dipamerkan merupakan produk pabrikan hasil kerja sama sekolah dengan industri otomotif Wuling. Selain itu, SMK Muhammadiyah 2 Sleman juga mengembangkan konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik sebagai bagian dari pembelajaran siswa. “Anak-anak harus dikenalkan teknologi terbaru agar tidak tertinggal dengan negara lain,” ucapnya.
Expo ini digelar selama tiga hari, sejak 9 hingga 11 Januari 2026, dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Hartoyo berharap kegiatan ini mampu memacu kreativitas generasi muda. “Kami berharap lahir generasi berpendidikan, kreatif, dan inovatif serta berkarakter agamis agar bangsa ini semakin maju,” ujarnya.