Cuaca Ekstrem Picu Penyakit ISPA dan Diare

RRI.CO.ID, Atambua - Perubahan cuaca ekstrem belakangan ini sering memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Pasien biasanya datang dengan keluhan batuk pilek yang disertai dengan demam tinggi.

Hal tersebut disampaikan dr. Libertina Rambu Dameria kepada rri.co.id, Senin, 19 Januari 2026. Menurutnya, penyakit asma eksaserbasi akut juga sering kambuh karena dipicu oleh suhu udara sangat dingin.

Dokter salah satu rumah sakit swasta di Belu ini mengatakan, masyarakat harus mewaspadai ancaman penyakit diare hingga demam berdarah. Lanjutnya, kondisi rinitis alergi seperti bersin-bersin akibat paparan debu juga meningkat saat udara kotor.

"Pencegahan efektif sangat diperlukan agar tubuh tidak mudah jatuh sakit dalam kondisi ini," ujar dr. Libertina. "Langkah utama pencegahan adalah menjaga daya tahan tubuh dengan tidur cukup delapan jam."

Dokter Libertina menyarankan, wajib minum air putih delapan gelas setiap hari secara rutin. Ia mengatakan, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun merupakan proteksi diri yang sangat penting dilakukan.

"Gunakanlah masker jika sedang mengalami gejala batuk atau pilek di luar," ucapnya. "Manajemen paparan dilakukan dengan cara menghindari perubahan suhu tubuh yang terjadi secara mendadak."

Selanjutnya, dr. Libertina mengingatkan untuk menggunakan pakaian berlapis atau tebal agar tubuh tetap hangat dan tidak merasa lembap. "Pastikan ventilasi rumah berfungsi dengan baik agar aliran udara di dalam ruangan tetap segar," ucapnya.

Ia menjelaskan, lingkungan hunian yang bersih akan mencegah kuman berkembang biak dengan sangat cepat. "Vaksinasi influenza dan pneumokokus bisa menjadi solusi bagi Anda yang sering flu berkepanjangan," ujarnya, menegaskan.

Di akhir, dr. Libertina berpesan agar menghubungi tenaga kesehatan jika mengalami keluhan terkait kondisi kesehatan saat cuaca ekstrem. "Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan akurat," ucapnya.

Rekomendasi Berita