Mafindo Dorong Literasi AI

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), Septiaji Eko Nugroho, menegaskan bahwa kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) merupakan sebuah keniscayaan yang membawa manfaat besar sekaligus risiko yang harus dipahami dan dimitigasi secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.

“AI memiliki banyak manfaat yang sudah kita rasakan, tetapi juga memiliki risiko yang harus dimitigasi secara kolektif,” ujar Septiaji dalam pelatihan yang digelar Mafindo secara daring, Rabu (14/1/2026).

Ia menyampaikan, Mafindo selama ini terlibat aktif dalam penguatan literasi digital nasional, termasuk menjalin kerja sama dengan komunitas guru dan pemerintah dalam penyusunan mata pelajaran Informatika serta Coding dan Kecerdasan Artifisial.

Melalui program AI Ready ASEAN yang bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan didukung Google.org, Mafindo berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat di 10 negara ASEAN agar mampu memanfaatkan AI secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Project Manager AI Ready ASEAN–ASEAN Foundation, Diera Gala Paksi, menjelaskan program tersebut menargetkan menjangkau 5,5 juta penerima manfaat hingga akhir 2026. Hingga saat ini, sejak diluncurkan pada Oktober 2024, program AI Ready ASEAN telah menjangkau sekitar 2,5 juta orang di kawasan ASEAN.

“Program ini tidak hanya berupa pelatihan dasar, tetapi juga mencakup training of trainers, pembelajaran mendalam, serta riset untuk mengukur kompetensi guru, orang tua, dan siswa,” jelas Diera.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Umum PGRI Lampung, Sakijo, menegaskan dukungan penuh dunia pendidikan terhadap pelaksanaan program AI Ready ASEAN. Ia berharap para guru di Lampung mampu menjadi pelaku utama dalam pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin guru-guru tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain yang mampu memanfaatkan AI untuk mendukung pembelajaran, tanpa meninggalkan etika dan nilai kemanusiaan,” tegasnya.

Rekomendasi Berita