Terlalu Lama Sendirian Berdampak Pada Tubuh dan Pikiran
- by Novita Anggraini
- Editor Fillia Tuah Putrie
- 20 Jan 2026
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID , Bandar Lampung : Menjadi seorang introvert bukan berarti membenci interaksi sosial atau menghindari pergaulan. Banyak orang justru membutuhkan waktu menyendiri sebagai cara mengisi ulang energi. Dalam kondisi tertentu, mereka tetap bisa bersosialisasi secara aktif dan menikmati kebersamaan, tetapi tetap memerlukan ruang pribadi di luar waktu tidur agar dapat kembali merasa seimbang. Perlu dipahami bahwa ada perbedaan antara kepribadian introvert dan kebiasaan menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian. Kebutuhan sosial setiap individu berbeda.
Selama ini, banyak orang menganggap bahwa merasa kesepian atau menyendiri dalam waktu lama hanyalah masalah emosional biasa. Namun, penelitian medis terbaru menunjukkan bahwa isolasi sosial kronis dapat memberikan dampak fisik yang sama merusaknya dengan kebiasaan merokok atau obesitas.Para ahli kesehatan kini memperingatkan bahwa "epidemi kesepian" bukan sekadar kiasan, melainkan ancaman nyata bagi fungsi otak dan kesehatan organ vital.
Meski begitu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa terlalu lama sendirian dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan emosional, baik bagi introvert maupun ekstrovert. Berikut ini hal- hal yang kerap terjadi ketika seseorang menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian:
1. Kebiasaan Berbicara dengan Diri Sendiri
Saat tidak ada orang lain untuk diajak berbicara, manusia cenderung tetap mengekspresikan pikirannya dengan berbicara sendiri. Hal ini tergolong wajar karena manusia pada dasarnya makhluk sosial yang terbiasa berkomunikasi.
2. Pakaian Menjadi Hal Sekunder
Menghabiskan banyak waktu sendirian di rumah sering membuat standar berpakaian menjadi lebih longgar. Kenyamanan menjadi prioritas utama, hingga berpakaian rapi terasa tidak lagi penting.
3. Pola Makan Tidak Teratur
Terlalu lama sendirian juga dapat mengganggu pola makan. Alih-alih makan teratur, seseorang cenderung ngemil sepanjang hari. Beberapa penelitian menyebut pola makan kecil namun sering bisa menyehatkan, tetapi kebiasaan ini berisiko jika didominasi makanan tidak bergizi.
4. Fungsi Otak Bisa Mengalami Peningkatan
Di sisi positif, waktu menyendiri yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat psikologis. Menurut sejumlah kajian, menyendiri secara sadar dan terkontrol dapat meningkatkan fokus, kreativitas, dan kualitas berpikir. Jeda dari interaksi sosial dan paparan digital memungkinkan otak memproses informasi dengan lebih optimal.
5. Gejala Penyakit Terasa Lebih Berat
Penelitian menunjukkan bahwa orang yang merasa kesepian cenderung melaporkan gejala penyakit yang lebih parah saat sakit, seperti flu atau infeksi pernapasan. Hal ini menegaskan adanya hubungan erat antara kondisi emosional dan daya tahan tubuh.
6. Kualitas Tidur Menurun
Psikolog menemukan bahwa individu yang menghabiskan terlalu banyak waktu sendirian cenderung lebih sering terbangun di malam hari dan mengalami tidur yang kurang berkualitas. Padahal, tidur merupakan faktor penting bagi kesehatan fisik dan mental secara keseluruhan.
7. Risiko Kematian Dapat Meningkat
Fakta paling mengkhawatirkan datang dari studi jangka panjang yang menunjukkan bahwa kesepian berkepanjangan berkaitan dengan meningkatnya risiko kematian, terutama pada kelompok usia lanjut.
Dalam penelitian terhadap ribuan responden berusia di atas 50 tahun, mereka yang merasa paling kesepian memiliki risiko meninggal hampir dua kali lipat dibandingkan mereka yang merasa lebih terhubung secara sosial. Oleh karena itu, Jika Anda atau orang terdekat mulai merasa terisolasi secara emosional dalam waktu lama, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental untuk mencegah dampak fisik yang lebih serius.