Marimar Snack UMKM Binaan Pertamina Tembus Toko Modern

KBRN, Bandarlampung: Berawal dari hobi sederhana membuat camilan untuk suami yang gemar ngemil, Theresia Mariyani kini berhasil mengembangkan Marimar Snack menjadi usaha camilan yang produknya tersebar di berbagai toko modern. Perjalanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) ini menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, keberanian bermimpi, serta dukungan yang hadir di waktu yang tepat.

Theresia mulai merintis usahanya pada tahun 2010 dengan memproduksi pastel, kacang sembunyi, dan pangsit dalam jumlah terbatas. Awalnya, camilan tersebut hanya untuk konsumsi keluarga dan dititipkan di warung-warung sekitar. Namun, respons positif dari pasar mendorongnya untuk mengembangkan usaha dengan menambah variasi produk, seperti keripik tempe koin, kembang goyang, kacang oven, hingga keciput.

Pada fase awal, seluruh proses usaha dijalankan Theresia seorang diri, mulai dari pengadaan bahan baku, produksi, hingga pengantaran pesanan. Seiring meningkatnya permintaan, ia merekrut dua ibu rumah tangga untuk membantu proses produksi. Kendati demikian, lonjakan pesanan juga berdampak pada meningkatnya kebutuhan modal, sehingga usaha yang dirintisnya mulai menghadapi keterbatasan.

“Waktu itu saya sudah sangat kewalahan dengan modal. Pesanan banyak, tetapi uang untuk produksi terbatas. Pada tahun 2018, saya bertemu dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel yang mengenalkan program pemberdayaan UMKM. Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa mendapatkan bantuan tersebut,” kenang Theresia, Selasa (6/1/2026).

Pada tahun 2019, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan bantuan yang disertai pelatihan dan pendampingan usaha secara berkelanjutan. Tidak hanya dukungan permodalan, Theresia juga memperoleh pendampingan pengurusan perizinan serta akses pemasaran ke toko oleh-oleh di Lampung dan sejumlah toko modern.

Kini, Marimar Snack yang berlokasi di Dusun 03 Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, telah mempekerjakan lima orang. Mayoritas tenaga kerja berasal dari kalangan anak putus sekolah dan ibu rumah tangga yang kini memiliki kesempatan untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.

Ragam produk Marimar Snack pun semakin berkembang, mulai dari keripik tempe, aneka enting-enting berbahan kacang, wijen, tiwul, dan melinjo, hingga keciput, pastel, kembang goyang, klanting udang, serta kacang oven. Seluruh produk dibuat menggunakan resep turun-temurun dengan cita rasa khas yang terus dijaga kualitasnya.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa pendampingan UMKM tidak hanya berfokus pada pemberian modal, tetapi juga penguatan kapasitas usaha secara menyeluruh.

“Marimar Snack menjadi contoh nyata bagaimana pendampingan yang berkelanjutan mampu mengubah usaha rumahan menjadi usaha yang berdaya saing. Dari bekerja sendiri hingga mampu memberdayakan lima orang, dari pemasaran di warung hingga masuk ke toko modern. Inilah dampak yang ingin terus kami hadirkan melalui program pemberdayaan,” jelas Rusminto.

Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Marimar Snack turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 Tanpa Kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja, Tujuan 5 Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan perempuan, serta Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan UMKM lokal. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Rekomendasi Berita