Pemilik Coklat "Si Ujang" Bagikan Tips Buka Usaha

RRI.CO.ID., Bandung - Dalam upaya mempromosikan Pariwisata Kuliner Kabupaten Bandung terutama Ciwidey, Roni Fahroni membuka usaha Coklat Si Ujang. Ia membuka usaha itu sejak

2022 lalu.

"Jadi yang kita tahu kan oleh-oleh khas Bandung itu ada Kalua Jeruk dari Pasirjambu, dan Strawberry itu dari Rancabali, nah dari Ciwidey saya rasa kan belum ada. Maka saya mendapatkan ide untuk rebranding Ciwidey melalui Coklat Si Ujang," ungkap Roni kepada RRI saat ditemui di Soreang, Kamis 15 Januari

2026.

Sejauh ini, Coklat Si Ujang sudah memiliki dua gerai. Pertama di Kios Bumdes Ciwidey karena diberikan sewa tempat murah dan bisa bulanan. Lalu berikutnya Coklat Si Ujang

dibuka di Pasir Jambu.

Baca juga :

Pemkot Bandung Kaji Ulang Penggantian Nama 27 Taman Tematik

Lalu di Pemerintah Kabupaten Bandung ini, melalui PLUT KUMKM Bandung ini ikut membantu dalam usaha ini. Diantaranya memberikan pelatihan promosi produk, pengelolaan literasi keuangan dan jaringan silaturahiem.

"Dulu pada awal buka, kami hanya produksi 50 sampai 100 coklat saja per hari. Tapi kini di

2026 kami bisa produksi hingga 2.000 coklat," ujar Roni.

Disisi lain, pemilik usaha basreng, Baso Goreng Cikruh, Rian Mojila mengatakan, PLUT juga membantu dia dalam pengemasan produk. Termasuk PLUT membantu dia dalam pelatiahan pengaturan keuangan.

Masyarakat kini bisa dengan bebas mengakses data dan informasi terkait PLUT KUMUM Kabupaten Bandung ini melalui google. Hal itu meliputi juga media sosial PLUT KUMKM pada TikTok, YouTube dan Instagram.


Rekomendasi Berita