Diky Chandra: Olahraga dan Seni Etalase Ekonomi Masyarakat
- by Nova Nugraha
- Editor Didi Mainaki
- 16 Nov 2025
- Bandung
KBRN, Tasikmalaya : Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Chandra menyebut olahraga dan seni merupakan etalase bagi sektor industri agro, UMKM, dan lainnya yang akan berdampak pada ekonomi Kota Tasikmalaya. Hal itu disampaikan Diky, pada perhelatan Babak Kualifikasi (BK) porprov Jawa Barat Cabang Olahraga Bermotor, di Bukit Mahendra, Kota Tasikmalaya, Sabtu (15/11/2025).
“Iya ajang seperti ini bukan hanya prestasi atau prestise saja, tapi dampaknya luas. Untuk PAD Parkir, hotel dan restoran dan lainnya,” katanya, usai menghadiri BK Cabor Bermotor, nomor Grastrack, di Bukit Mahendra, Gununggede, Kecamatan Kawalu.
Diky mengatakan, sebagai tuan rumah BK Porprov Jabar, Kota Tasikmalaya harus ramah terhadap para peserta. Terlebih, peserta yang datang merupakan peserta dari kota/ kabulaten di Jawa Barat.
“Barusan saya juga mengalungkan medali bagi para juara, ada yang dari Garut, Bekasi dan Bandung,” ujarnya.
Terkait BK ini, Diky secara pribadi meminta maaf karena belum maksimal berjuang untuk atlet dan cabor yang ada. Termasuk perhatian bagi atlet dan pelaku seni yang sudah menorehkan prestasi.
“Saya mohon maaf. Bahkan untuk lokasi arena,yang merupakan milik pribadi ini saya sangat berterima kasih. Semoga ke depan ada agnia Tasikmalaya, yang sekiranya mau menjadi bapak angkat atlet, dan masyarakat berprestasi lainnya,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Pengcab IMI Kota Tasikmalaya Tantan Sadir mengatakan, Kota Tasikmalaya ditunjuk sebagai tuan rumah BK Porprov, karena memiliki “venue” sirkuit Bukit Peusar untuk Road Race, serta Bukit Mahendra untuk nomor Grasstrack. Dari dua nomor yang dipertandingkan sejak tanggal 10 November hingga 15 November 2025, diikuti 23 kontingen kota/kabupaten di Jawa Barat.
“Kalau yang tadi adalah BK olahraga bermotor, nomor Grasstrack. Yang digelar sejak hari kemarin dengan kelas usia 13- 17 tahun. Untuk tadi Grastrack kelas Upper usia 18- 30 tahun,” ujarnya.
Hasil membanggakan untuk Kota Tasikmalaya dalam BK porprov ini. Dari posisi bontot, saat ini untuk cabor bermotor, Kota Tasikmalaya naik peringkat menjadi rangking 4.
“Kami berharap ada dukungan pemerintah daerah untuk mendukung cabor bermotor,” ujarnya.
Ia mengatakan, meski sudah ada anggaran di KONI, akan tetapi nilainya tidak ideal. Padahal itu penting untuk pembinaan atlet, agar tidak pindah ke daerah lain.
“Potensi atlet banyak. Contoh yang meraih medali Road Race kemarin, asli warga Tasikmalaya, tapi membela Cianjur,” ucapnya.
Selain itu Tantan berharap, tidak hanya pembinaan atlet. Fasilitas seperti sirkuit juga menjadj perhatian, meski yang ada saat ini merupakan milik pribadi,” katanya mengakhiri.