Dua Kesalahan Jalan Kaki yang Mengurangi Manfaat Olahraga
- by
- Editor Dendy Fachreinsyah
- 19 Jan 2026
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Meski tergolong olahraga ringan dan mudah dilakukan, berjalan kaki tetap membutuhkan pemahaman yang benar agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Tanpa disadari, kesalahan-kesalahan kecil yang sering dilakukan masyarakat justru dapat mengurangi bahkan menghilangkan manfaat kesehatan dari aktivitas berjalan kaki tersebut.
Pelatih lari, Yunianto Kusuma mengatakan, salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah tidak menjadikan berjalan kaki sebagai aktivitas olahraga yang fokus. Menurutnya, banyak orang berjalan kaki hanya sekadar mengikuti tren tanpa memahami tujuan utamanya untuk kesehatan tubuh.
“Sekarang banyak yang jalan kaki tapi sambil foto-foto, bukan fokus olahraga,” katanya dalam dialog bersama RRI Pro 1 Banten, Senin 19 Januari 2026.
Baca juga:
Pentingnya Latihan Olahraga Bertahap bagi PemulaIa menjelaskan, berjalan kaki seharusnya dilakukan dengan kesadaran penuh terhadap gerakan tubuh, mulai dari langkah kaki, posisi tubuh, hingga pengaturan napas. Jika perhatian teralihkan pada hal lain, seperti berswafoto atau sekadar berjalan santai tanpa ritme, maka manfaat olahraga tidak akan maksimal.
Selain itu, Yunianto juga menyoroti kebiasaan berjalan kaki sambil makan atau terlalu sering menggunakan gawai. Menurutnya, kebiasaan tersebut cukup sering ditemui di ruang publik dan menjadi kesalahan yang dianggap sepele oleh masyarakat.
“Kalau jalan kaki sambil makan, manfaat olahraganya jadi enggak maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, berjalan kaki idealnya dilakukan dengan ritme yang stabil dan konsisten. Tubuh perlu diberi kesempatan untuk bekerja secara seimbang agar pernapasan, jantung, dan otot dapat terlatih dengan baik.
"Penggunaan ponsel secara berlebihan justru membuat postur tubuh menjadi tidak seimbang dan berpotensi menimbulkan ketegangan otot," ucap dia.
Baca juga:
Olahraga Teratur Bantu Kendalikan Kadar Gula TubuhYunianto juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan aktivitas berjalan kaki dengan kondisi usia. Bagi masyarakat berusia di atas 50 tahun, pemanasan ringan sebelum berjalan kaki menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Pemanasan bertujuan untuk mengurangi risiko ketegangan otot dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.
“Kalau sudah di atas 50 tahun, pemanasan ringan itu perlu,” katanya.
Ia menilai, minimnya edukasi tentang teknik berjalan kaki yang benar membuat masyarakat kerap menganggap remeh aktivitas ini. Padahal, jika dilakukan dengan tepat, berjalan kaki mampu memberikan manfaat besar bagi kesehatan tulang, pernapasan, serta kebugaran secara umum.