RTS JB–Singapura Diprediksi Pangkas Kemacetan
- by
- Editor Ahmad Rival Kasim
- 19 Jan 2026
- Batam
RRI.CO.ID, Batam -Beroperasinya Johor Bahru–Singapura Rapid Transit System (RTS) yang dijadwalkan mulai akhir tahun ini diprediksi akan membawa perubahan signifikan pada mobilitas lintas batas kedua negara. Mengutip Channel NewsAsia, para pakar transportasi menilai kehadiran RTS berpotensi mengurangi kepadatan lalu lintas di pos pemeriksaan Woodlands dan Tuas hingga sekitar 25 persen.
Meski menjadi kabar positif bagi masyarakat, kondisi ini justru menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha transportasi lintas negara. Salah satunya dirasakan oleh Pendiri Singapore Cab Booking, Farid Khan, yang mengelola layanan angkutan penumpang antara Singapura dan Johor menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai dari sedan hingga minibus.
Farid mengakui kehadiran RTS akan berdampak besar pada usahanya. Untuk tetap bertahan, ia berencana melakukan efisiensi dengan menurunkan tarif perjalanan sekaligus meningkatkan layanan antar-jemput langsung dari rumah pelanggan.
Ia mempertimbangkan pemangkasan harga sekitar 20 hingga 30 persen. Sebagai gambaran, tarif kendaraan tujuh penumpang yang saat ini berkisar S$180–S$200 diperkirakan bisa turun menjadi sekitar S$150 ketika RTS mulai beroperasi.
Sementara itu, konsultan transportasi sekaligus Direktur Pelaksana TTS Group, Kelvin Foo, memperkirakan hingga seperempat pergerakan penumpang lintas batas akan beralih menggunakan RTS Link. Di Singapura, jalur ini akan terhubung langsung dengan stasiun MRT Woodlands North di Jalur Thomson–East Coast.
Penumpang nantinya akan tiba di stasiun Bukit Chagar di Johor dengan waktu perjalanan sekitar lima menit antarstasiun. Otoritas Transportasi Darat menyebut RTS Link dirancang mampu melayani hingga 10.000 penumpang per jam di masing-masing arah saat jam sibuk.
Foo menambahkan, peralihan ini akan menggeser sebagian lalu lintas harian yang selama ini mencapai 200.000 hingga 400.000 penumpang di Causeway dan Second Link ke jalur RTS. Meski demikian, ia menilai kelancaran lalu lintas yang tercipta justru bisa mendorong sebagian orang kembali memilih kendaraan pribadi.
Namun secara keseluruhan, Foo menegaskan RTS tetap akan berdampak pada berkurangnya kemacetan di Causeway dan Second Link. Selain itu, waktu tempuh lintas perbatasan dinilai akan menjadi lebih singkat dan mudah diprediksi, terutama dalam proses pemeriksaan imigrasi dan bea cukai.