Peneliti Korea Temukan Cara Cepat Hilangkan Nanoplastik Air
- by Meta Fajar Wallinda
- Editor Nurul Mahfud
- 13 Jan 2026
- Batam
KBRN, Batam: Peneliti Korea Selatan menemukan metode inovatif untuk menghilangkan nanoplastik dari air hanya dalam waktu 10 menit. Pusan National University pada 12 Januari mengumumkan bahwa tim risetnya berhasil mengembangkan teknologi pengolahan air yang mampu membersihkan polusi plastik mikroskopis secara cepat dan efisien dengan memanfaatkan medan magnet.
Metode ini dikembangkan oleh tim peneliti yang dipimpin Dr. Chung Sung-wook. Mereka menggunakan nanopartikel magnetik berbahan besi oksida berbentuk pipih (plate-shaped), berbeda dari partikel magnetik berbentuk bola yang umum digunakan sebelumnya. Hasilnya, lebih dari 95 persen mikroplastik dan nanoplastik berhasil dihilangkan dari air dalam waktu kurang dari 10 menit.
Teknologi ini dirancang khusus untuk menargetkan fragmen plastik berukuran sangat kecil, mulai dari puluhan hingga ratusan nanometer, yang selama ini sulit disaring menggunakan metode konvensional seperti filtrasi dan sedimentasi. Partikel ultra-halus tersebut diketahui dapat menyebar luas di ekosistem perairan dan berpotensi terakumulasi dalam tubuh manusia.
Bentuk pipih nanopartikel magnetik yang digunakan terbukti meningkatkan luas permukaan kontak dengan fragmen plastik, sehingga interaksi antar material menjadi lebih kuat. Ketika medan magnet eksternal diterapkan, partikel-partikel tersebut saling mengelompok dan menjebak plastik di sekitarnya dalam proses yang disebut sebagai dynamic confinement.
Selain itu, permukaan nanopartikel dimodifikasi secara kimia untuk meningkatkan daya ikat terhadap plastik. Sistem ini juga dirancang agar partikel magnetik dapat dipulihkan kembali menggunakan medan magnet dan digunakan ulang, sehingga menekan biaya operasional sekaligus mengurangi dampak lingkungan.
Penelitian ini tidak hanya membahas mekanisme penghilangan nanoplastik, tetapi juga mencakup desain nanopartikel, proses sintesis skala besar, hingga potensi penerapannya. Teknologi ini dinilai siap dikembangkan lebih lanjut untuk digunakan di instalasi pengolahan air minum, sistem air limbah perkotaan, pembersihan lingkungan, serta pengolahan limbah industri.
“Nanoplastik berukuran puluhan hingga ratusan nanometer telah menjadi ancaman lingkungan baru, sementara metode berbasis filter kesulitan menghilangkannya,” ujar Dr. Chung. “Pendekatan ini menawarkan cara cepat dan sangat efisien untuk membersihkan kontaminan ultra-halus.”
Riset ini didukung oleh National Research Foundation of Korea serta Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, dan telah dipublikasikan secara daring dalam Journal of Environmental Management pada 24 Desember lalu.