Pertamina Dukung Gusti Kalamansi Jadi Rumah UMKM Bengkulu
- by Roki Eka Putra
- Editor Rozani
- 15 Jan 2026
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu – Di tengah lalu lintas penumpang Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, berdiri sebuah toko oleh-oleh yang lebih dari sekadar tempat belanja. Toko tersebut menjadi etalase kebanggaan bagi 65 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Provinsi Bengkulu.
Di balik keberhasilan itu, ada sosok Gustianti, pendiri Gusti Kalamansi, UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), yang membuka jalan pasar bagi puluhan pelaku usaha lokal.
Tak hanya mengembangkan produknya sendiri, Gustianti memilih berbagi ruang dan peluang. Ia memahami betul sulitnya UMKM kecil menembus pasar modern, apalagi bandara. Karena itu, Gusti Kalamansi hadir sebagai “rumah” bagi produk-produk UMKM Bengkulu.
“Saya tahu rasanya sulit masuk ke toko modern atau bandara. Di sini, saya menampung produk UMKM Bengkulu. Meski margin kecil, Alhamdulillah sekitar 85 persen dibayar tunai. Saya ingin mereka merasakan ada yang peduli,” ujar Gustianti.
Perjalanan Gustianti dimulai dari langkah sederhana. Sebagai anak rantau yang ingin mandiri, ia berjualan kue secara door to door sejak 2010. Lima tahun berselang, Gusti Kalamansi resmi berdiri dengan mengolah jeruk kalamansi murni tanpa pengawet menjadi sirup bernilai jual tinggi.
Kerja keras itu membuahkan hasil. Gustianti meraih Juara 1 UKM Pangan Award kategori minuman kemasan dari Kementerian Perdagangan pada 2016, serta Juara 1 Petani Teladan kategori olahan hasil tani pada 2019. Bahkan prestasinya berlanjut sebagai kandidat Wirausaha Unggulan Bank Indonesia (WUBI), anggota IKRA, dan peserta Gerakan Bangga Buatan Indonesia.
Kini, Gusti Kalamansi di Kota Bengkulu mempekerjakan delapan karyawan yang berasal dari remaja lokal, ibu rumah tangga, hingga mahasiswa rantau.
“Saya bangga bisa membuka lapangan kerja dan membantu ekonomi keluarga. Semua ini berawal dari mimpi sederhana seorang anak rantau,” kenang Gustianti.
Dengan omzet berkisar Rp65 juta hingga Rp75 juta per bulan, Gustianti terus berinovasi. Tak hanya fokus produksi, ia juga memanfaatkan limbah kulit jeruk menjadi pupuk kompos, manisan kulit jeruk, hingga minyak atsiri untuk sabun wangi dan aromaterapi, sejalan dengan prinsip usaha berkelanjutan.
Sebagai UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Gustianti mengaku mendapatkan banyak manfaat, mulai dari pelatihan, jejaring UMKM se-Nusantara, hingga dukungan promosi dan keikutsertaan dalam berbagai pameran.
“Pendampingan ini sangat membantu kami memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas usaha,” ungkapnya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengapresiasi peran Gusti Kalamansi sebagai penggerak kolaborasi UMKM.
“Gusti Kalamansi tidak hanya membangun bisnis sendiri, tetapi juga membuka akses pasar bagi 65 UMKM Bengkulu. Ini bukti bahwa kesuksesan sejati adalah saat kita mampu mengajak UMKM lain tumbuh bersama,” ujarnya.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Gusti Kalamansi turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 tanpa kemiskinan, Tujuan 2 tanpa kelaparan, Tujuan 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, Tujuan 12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta Tujuan 17 kemitraan untuk mencapai tujuan.