Pesona Kaktus Apel Peru di Kebun Raya Bogor
- by Mayang Cinde
- Editor Adi Fajar Nugraha
- 14 Jan 2026
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kebun Raya Bogor memiliki Taman Meksiko yang dikenal sebagai pusat koleksi tanaman kaktus dan tumbuhan iklim kering. Salah satu tanaman yang menarik perhatian pengunjung adalah Kaktus Apel Peru dengan bentuknya yang unik dan eksotis.
Kaktus Apel Peru merupakan tanaman kaktus yang berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman ini tumbuh baik di lingkungan kering dan menjadi bagian penting dari koleksi tumbuhan adaptif di Taman Meksiko.
Secara visual, Kaktus Apel Peru memiliki batang tegak berwarna hijau dengan duri yang tersusun rapi. Bentuknya yang kokoh menjadikan tanaman ini kerap dimanfaatkan sebagai tanaman hias di berbagai taman dan perkarangan.
Selain keindahan bentuknya, Kaktus Apel Peru juga dikenal mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ekstrem. Kemampuan menyimpan air di dalam batang membuat tanaman ini tetap bertahan meskipun berada di lahan yang minim curah hujan.
Taman Meksiko di Kebun Raya Bogor menampilkan Kaktus Apel Peru sebagai bagian dari edukasi tentang tumbuhan iklim kering. Pengunjung dapat mempelajari bagaimana kaktus beradaptasi secara alami terhadap lingkungannya.
Keberadaan lebih dari 100 spesies tumbuhan kering di taman ini menjadikan Taman Meksiko sebagai salah satu daya tarik utama. Koleksi tersebut mencerminkan kekayaan hayati di wilayah Amerika yang berhasil dikembangkan di Indonesia.
Kaktus Apel Peru juga memiliki nilai ilmiah karena menjadi objek penelitian adaptasi tumbuhan. Tanaman ini membantu para peneliti memahami strategi bertahan hidup flora di daerah kering.
Melalui perawatan dan penataan yang baik, Kebun Raya Bogor berupaya menjaga keberlanjutan koleksi kaktusnya. Upaya ini sekaligus mendukung pelestarian dan pemanfaatan tanaman hias secara berkelanjutan.
Keindahan kaktus Apel Peru menambah pesona Taman Meksiko sebagai ruang hijau edukatif. Kebun Raya Bogor pun terus menjadi sarana pembelajaran sekaligus rekreasi bagi masyarakat luas.