Dampak Pencemaran Laut Terhadap Kehidupan Biota Air
- by Sulfahmi Yunus
- Editor Yohanes D. Goden
- 20 Jan 2026
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, Boven Digoel - Pencemaran laut merupakan ancaman serius bagi kehidupan biota air serta keseimbangan ekosistem laut secara keseluruhan. Berbagai bentuk polusi, seperti limbah plastik, bahan kimia, tumpahan minyak, serta nutrien berlebihan dari limbah domestik dan pertanian, memberikan dampak negatif yang luas bagi organisme laut dari tingkat rendah sampai predator puncak.
Salah satu dampak paling nyata adalah entanglement (terjerat) dan ingestion (tertelan) plastik oleh hewan laut. Banyak spesies, termasuk penyu laut, burung laut, mamalia, dan ikan, salah mengira puing plastik sebagai makanan. Plastik yang tertelan dapat menyebabkan penyumbatan pencernaan, malnutrisi, obesitas palsu, dan bahkan kematian karena kelaparan atau infeksi. Selain itu, hewan dapat terjerat oleh tali, jaring, dan barang plastik lain, yang menghambat gerak, menyebabkan luka, infeksi, atau tenggelam.
Polusi plastik yang semakin halus menjadi mikroplastik juga membawa ancaman tersembunyi. Partikel kecil ini mudah dikonsumsi oleh organisme tingkat rendah seperti plankton, kerang, dan ikan kecil. Mikroplastik dapat membawa serta bahan kimia berbahaya dan diserap oleh organisme, kemudian terakumulasi melalui bioakumulasi dan biomagnifikasi di sepanjang rantai makanan, yang berpotensi membahayakan predator besar termasuk manusia.
Selain itu, pencemaran kimia akibat limbah industri, pertanian, dan limpasan kota memperkenalkan zat beracun seperti logam berat (merkuri, timbal) serta pestisida ke laut. Zat-zat ini dapat merusak fungsi fisiologis biota laut termasuk reproduksi, sistem kekebalan, dan perkembangan. Bahan kimia yang terakumulasi dalam jaringan hewan laut berbahaya tidak hanya bagi biota itu sendiri tetapi juga bagi konsumen manusia yang memakan hasil laut terkontaminasi.
Eutrofikasi juga merupakan dampak pencemaran laut yang signifikan. Nutrien berlebihan dari limbah pertanian dan limbah domestik dapat menyebabkan ledakan alga (algal blooms). Ketika alga ini mati dan terurai, konsumsi oksigen oleh bakteri meningkat drastis sehingga menciptakan zona hipoksia atau “zona mati” dengan kadar oksigen yang sangat rendah. Area ini menjadi tidak layak huni bagi banyak organisme laut seperti ikan dan kerang yang akhirnya mati atau bermigrasi.
Lebih jauh lagi, kerusakan habitat akibat pencemaran juga mengancam komunitas laut. Terumbu karang yang tercemar plastik dan bahan kimia akan mengalami stres, memutih, dan mati, sehingga mengurangi habitat bagi ribuan spesies laut yang bergantung padanya. Rumput laut dan bakau, yang merupakan area pemijahan penting bagi banyak ikan, juga dapat mengalami penurunan kualitas akibat akumulasi limbah dan sedimen.
Secara keseluruhan, pencemaran laut berdampak luas pada kesehatan, keberlangsungan hidup, reproduksi, dan struktur ekosistem biota laut. Jika tidak segera ditangani, degradasi lingkungan laut akan terus berlanjut, mengancam keanekaragaman hayati, mata pencaharian manusia, serta kualitas pangan laut di masa depan.