Milestone Teater Sado, Refleksi Seni Lintas Generasi

RRI.CO.ID, Kuningan - Komunitas Teater Sado merayakan 28 tahun perjalanan kreatifnya dengan menggelar Pameran Milestone di Gedung Kesenian Raksa Wacana, Kabupaten Kuningan. Pameran berlangsung pada 18–24 Januari 2026 ini.

Ketua Komunitas Teater Sado, Edi Supardi, M.Pd., menegaskan bahwa pameran tersebut tidak sekadar menampilkan arsip perjalanan kelompoknya, melainkan menjadi ruang refleksi bersama atas proses panjang berkesenian.


“Pameran ini adalah penanda jejak, sekaligus pengingat bahwa Teater Sado tumbuh dari kerja kolektif, kesetiaan pada proses, dan keberanian merawat tradisi di tengah perubahan zaman,” ujar Edi Supardi, kepada RRI Cirebon, Senin, 19 Januari 2026.


Pameran Milestone merupakan puncak dari rangkaian program bertema “Harmoni Alam dan Budaya: Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan” yang mendapat dukungan hibah kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.


Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kuningan, Dr. Funny Amalia Sari, S.S., M.Hum. Ia mengapresiasi kiprah Teater Sado yang dinilai konsisten menghadirkan karya seni yang mencerahkan sekaligus membangun kesadaran budaya masyarakat.


Sementara itu, Mewakili Yayasan Sado, Dr. Bias Lintang Dialog, menekankan pentingnya proses kemanusiaan di balik setiap karya seni yang dipamerkan.


“Di balik setiap karya yang dipamerkan, ada keringat, tangis, dan tawa. Semua itu dirawat dari generasi ke generasi,” ucapnya menuturkan.


Dalam pameran ini, pengunjung disuguhkan beragam arsip visual dan karya seni yang merekam perjalanan panjang Teater Sado, mulai dari visualisasi seluruh naskah drama panggung dan jalanan, dokumentasi foto dan buklet pementasan, kumpulan tulisan para seniman dan budayawan, hingga karya tulis dan lukis autentik pendiri Teater Sado, Aan Sugianto Mas.


Edi Supardi berharap pameran tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai proses dalam berkesenian.


“Kami ingin generasi muda melihat bahwa seni adalah proses panjang yang dibangun dengan ketekunan, kebersamaan, dan cinta pada budaya,” katanya.


Pameran Milestone akan ditutup pada 24 Januari 2026 dengan rangkaian pertunjukan kolaboratif dari sejumlah seniman, di antaranya penampilan Karimba oleh LSM AKAR, tari kontemporer oleh Iing Sayuti, tari topeng losari oleh maestro Nani Sawitri, serta musik garapan komposer Yusuf Oeblet.


Sebagai puncak acara, Teater Sado akan kembali mementaskan lakon legendaris berjudul “Ada Mayat Kentut” karya Aan Sugianto Mas. Lakon yang disutradarai D. Ipung Kusmawi tersebut menjadi tonggak penting perjalanan Teater Sado dan pernah dipentaskan keliling berbagai kota pada tahun 2002 silam.



Rekomendasi Berita