Dampak Buruk Konsumsi Makanan Berpengawet bagi Kesehatan Tubuh

RRI.CO.ID, Cirebon - Meskipun penggunaan pengawet bertujuan untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas produk, konsumsi bahan kimia sintetis secara berlebihan dan jangka panjang dapat membawa dampak serius bagi kesehatan. Di balik kepraktisannya, terdapat risiko yang tersembunyi di dalam sel-sel tubuh kita.

Risiko Kesehatan Utama

1. Gangguan Fungsi Organ dalam (Hati dan Ginjal)

Hati dan ginjal adalah organ utama yang bertugas menyaring racun dari tubuh. Zat pengawet sintetis seperti Natrium Benzoat atau Kalium Sorbat harus diproses secara ekstra oleh kedua organ ini.

Jika dikonsumsi terus-menerus, organ-organ ini dapat mengalami kelelahan fungsi yang memicu kerusakan permanen atau gagal ginjal.

2. Memicu Penyakit Kanker (Karsinogenik)

Beberapa jenis pengawet, seperti Nitrit dan Nitrat yang sering ditemukan pada daging olahan (sosis, ham, nugget), dapat berubah menjadi senyawa nitrosamin di dalam tubuh. Senyawa ini bersifat karsinogenik, yang berarti dapat merusak DNA dan meningkatkan risiko kanker lambung serta kanker usus besar.

3. Masalah Pernapasan dan Alergi

Zat seperti Sulfit yang sering digunakan pada buah kering atau minuman beralkohol dapat memicu reaksi alergi hebat bagi sebagian orang. Gejalanya mulai dari gatal-gatal, ruam kulit, hingga sesak napas akut (asma), terutama pada individu yang memiliki riwayat sensitivitas tinggi terhadap bahan kimia.

4. Gangguan Perilaku pada Anak (Hiperaktivitas)

Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pengawet tertentu dengan pewarna buatan dapat memicu perilaku hiperaktif atau ADHD pada anak-anak. Hal ini terjadi karena zat kimia tersebut dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan mengganggu keseimbangan neurotransmiter di otak.

5. Risiko Penyakit Jantung

Pengawet sering kali dibarengi dengan kadar garam (natrium) yang sangat tinggi untuk membantu proses pengawetan. Hal ini memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) yang merupakan faktor risiko utama penyebab penyakit jantung dan stroke.

Cara Meminimalkan Risiko

Pilih Makanan Segar: Prioritaskan mengonsumsi bahan makanan yang tidak melalui proses pabrikasi (whole foods).

Masak Sendiri: Dengan memasak sendiri, Anda memiliki kontrol penuh atas bahan tambahan yang masuk ke dalam masakan.

Gunakan Pengawet Alami: Manfaatkan garam, gula, jeruk nipis, atau teknik pembekuan (freezing) untuk mengawetkan makanan secara aman.

Detoksifikasi: Perbanyak konsumsi air putih dan sayuran hijau untuk membantu tubuh mengeluarkan sisa-sisa zat kimia melalui sistem ekskresi.

Mengingat bahayanya, mulailah lebih selektif dalam membaca label kemasan sebelum membeli produk makanan. Kesehatan jangka panjang Anda jauh lebih berharga daripada kepraktisan sesaat.

Rekomendasi Berita