After Midnight Jadikan Band sebagai Rumah Berkarya

RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Bagi grup musik After Midnight, bermusik bukan sekadar aktivitas kreatif, tetapi juga ruang kebersamaan yang mereka sebut sebagai rumah. Filosofi inilah yang membuat band asal Ruteng tersebut tetap bertahan meski kerap menghadapi perbedaan pendapat dan persoalan internal.

Pendiri After Midnight,Marcyano Alpha Goethe (Anno), mengungkapkan hal tersebut dalam dialog Komunitas Bicara RRI Labuan Bajo, 17 Desember 2025. Ia menuturkan bahwa hubungan antar personel dibangun layaknya keluarga.

“Kalau ada masalah, kami selesaikan bersama. Band ini bukan hanya tempat kerja, tapi rumah untuk kembali,” katanya.

Secara musikal, After Midnight terinspirasi dari beragam referensi, mulai dari John Mayer, Dewa 19, Sheila on 7, hingga Avenged Sevenfold. Proses penciptaan lagu pun kerap terjadi secara spontan saat para personel berkumpul dan membangun chemistry.

Anno juga mengajak musisi lokal di Manggarai Raya untuk tidak ragu memulai karya dan terus mendukung sesama seniman. Menurutnya, ekosistem seni hanya akan hidup jika ada keberanian berkarya dan solidaritas antar pelaku seni.

“Kegagalan itu bagian dari proses. Yang penting jangan berhenti,” ujarnya.

Informasi mengenai karya dan aktivitas panggung After Midnight dapat diikuti melalui media sosial Instagram @AfterMidnight dan TikTok @aftermidnight_official.

Rekomendasi Berita