Waspada Makanan Pemicu Batu Ginjal Anak
- by Syarifah Dini
- Editor Oktavianus Rangga
- 19 Jan 2026
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Batu ginjal pada anak kini semakin sering ditemukan, dan salah satu pemicunya berasal dari pola makan sehari-hari. Banyak orang tua belum menyadari bahwa makanan yang dianggap aman atau bergizi ternyata dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal jika dikonsumsi berlebihan atau tidak seimbang.
Salah satu kelompok makanan yang perlu diwaspadai adalah makanan tinggi oksalat. Contohnya bayam, cokelat, kacang-kacangan, dan teh. Oksalat dapat mengikat kalsium dalam urine dan membentuk kristal yang lama-kelamaan menjadi batu ginjal, terutama bila asupan cairan anak kurang.
Konsumsi garam berlebih juga menjadi faktor risiko penting. Makanan kemasan, camilan asin, mi instan, dan fast food mengandung natrium tinggi yang dapat meningkatkan pengeluaran kalsium melalui urine. Kondisi ini membuat pembentukan batu ginjal lebih mudah terjadi pada anak.
Protein hewani yang dikonsumsi secara berlebihan, seperti daging merah, ayam, dan olahan sosis atau nugget, juga berperan sebagai pemicu. Asupan protein tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat dan menurunkan pH urine, sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan batu ginjal.
Minuman manis, terutama yang mengandung gula tambahan atau fruktosa tinggi, seperti minuman bersoda dan sirup, juga patut dibatasi. Gula berlebih dapat memengaruhi metabolisme mineral dalam tubuh dan meningkatkan risiko gangguan ginjal, termasuk batu ginjal.
Sebagai langkah pencegahan, orang tua perlu memastikan anak cukup minum air putih setiap hari. Selain itu, terapkan pola makan seimbang dengan variasi sayur dan buah, batasi makanan tinggi garam serta gula, dan sesuaikan porsi protein sesuai kebutuhan usia anak.
Dengan pengawasan pola makan sejak dini, risiko batu ginjal pada anak dapat ditekan. Edukasi gizi yang tepat dan kebiasaan hidup sehat akan membantu menjaga kesehatan ginjal anak hingga dewasa.