Musik Kolintang Identitas Budaya Sulawesi Utara
- by Fathiyah Nur Zalfa
- Editor Mosita
- 15 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Musik kolintang merupakan alat musik tradisional khas Sulawesi Utara yang terbuat dari kayu. Instrumen ini dimainkan dengan cara dipukul dan menghasilkan nada berjenjang.
Melansir Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, kolintang berkembang dari tradisi Minahasa. Awalnya, kolintang digunakan dalam upacara adat dan ritual masyarakat setempat.
Kolintang berasal dari bunyi alat pukulnya tong (nada rendah), ting (nada tinggi)i dan tang (nada biasa). Ajakan mari kita lakukan tong ting tang dalam bahasa Minahasa adalah “Meimo Kumolintang”, yang diyakini menjadi asal nama kolintang
Kolintang tersusun dari bilah-bilah kayu ringan yang disusun di atas kotak resonator. Setiap bilah menghasilkan nada berbeda sesuai sistem tangga nada diatonis.
Seiring waktu, kolintang mengalami perkembangan fungsi dan bentuk. Alat musik ini kini dapat dimainkan secara ansambel untuk mengiringi lagu modern.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebut kolintang sebagai identitas budaya daerah. Kolintang kerap ditampilkan dalam acara pariwisata dan promosi budaya nasional.
Pada 2023, kolintang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia. Pengakuan tersebut memperkuat posisi kolintang di tingkat internasional.
Pemerintah terus mendorong pelestarian kolintang melalui pendidikan dan festival budaya. Upaya ini bertujuan menjaga keberlanjutan musik tradisional bagi generasi muda.