Ketahui Perbedaan Fungsi ELT dan Black Box Pesawat

RRI.CO.ID, Jakarta - Tim SAR gabungan menemukan perangkat sinyal keselamatan (Emergency Locator Transmitter/ELT) milik pesawat ATR 42-500, di lereng Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu, 18 Januari 2026. Temuan awal sempat dikira sebagai black box (kotak hitam) pesawat, setelah dilakukan pemeriksaan, benda tersebut dipastikan merupakan ELT.


Emergency Locator Transmitter dan black box sendiri merupakan dua perangkat penting dalam penerbangan. Namun, keduanya memiliki fungsi berbeda saat terjadi kecelakaan pesawat.

Melansir Skybrary dan ICAO, ELT berfungsi memancarkan sinyal darurat otomatis. Sinyal ini membantu tim SAR menemukan lokasi kecelakaan pesawat.

ELT akan aktif saat pesawat mengalami benturan keras atau hentakan ekstrem (G-crash). Perangkat ini terhubung dengan sistem satelit COSPAS-SARSAT.

Sementara itu, black box merupakan alat perekam data penerbangan dan percakapan kokpit. Black box terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder.

Black box merekam berbagai parameter teknis serta suara awak pesawat sebelum kecelakaan. Data tersebut digunakan penyelidik untuk mengetahui penyebab insiden.

Berbeda dengan ELT, black box tidak memancarkan sinyal lokasi. Perangkat ini baru dianalisis setelah berhasil ditemukan dan diamankan.

Perbedaan Utama ELT dan Black Box

1. Fungsi utama: ELT fokus pada lokasi kecelakaan, sedangkan Black box fokus pada rekaman data dan suara untuk investigasi.

2. Cara kerja: ELT memancarkan sinyal yang bisa dideteksi tim SAR melalui satelit. Black box menyimpan data secara internal yang harus diambil secara fisik dan dianalisis.

3. Informasi yang dihasilkan: ELT tidak menyimpan data penerbangan, sedangkan Black box menyimpan informasi teknis dan komunikasi sebelum kecelakaan.

4. Peran dalam kecelakaan: ELT membantu tim pencarian menemukan lokasi, sedangkan Black box membantu menjelaskan penyebab kecelakaan setelah ditemukan.

Rekomendasi Berita