RRI.CO.ID, Jakarta – Banjir yang sebelumnya merendam sejumlah wilayah di Jakarta kini dilaporkan telah sepenuhnya surut pada Senin, 19 Januari 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak ada lagi wilayah yang terdampak genangan berdasarkan data terbaru Pantau Banjir.
Berdasarkan pembaruan dari laman resmi Pantau Banjir DKI Jakarta, tercatat 0 (nol) Rukun Tetangga atau RT yang terdampak tercatat nihil dari total 30.544 RT di seluruh Jakarta. Luas wilayah terdampak banjir juga dinyatakan nihil seiring surutnya genangan di semua kawasan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta melalui website resminya bilang, seluruh genangan di wilayah DKI Jakarta sudah surut terjadi berkat upaya lintas dinas. Peran dari unsur masyarakat menurut mereka juga dilibatkan dalam upaya ini seperti pihak RT/RW, FKDM, dan tokoh masyarakat lainnya.
Sebelumnya, berdasarkan data kantor berita Antara, banjir sempat merendam sedikitnya 37 rukun tetangga dan 12 ruas jalan akibat curah hujan tinggi pada Minggu malam. Genangan tercatat terjadi di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan dengan ketinggian air bervariasi.
Dikutip Antaranews, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan menjelaskan, wilayah dengan genangan tertinggi saat itu berada di Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai 80 sentimeter. “Kondisi tersebut disebabkan oleh intensitas hujan tinggi serta luapan aliran sungai di sejumlah titik,” kata Yohan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan. Upaya tersebut juga disertai dengan pengecekan saluran air agar kembali berfungsi optimal.
Meski kondisi telah normal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi genangan susulan. “Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dan segera menghubungi nomor darurat 112 apabila terjadi keadaan darurat,” ujar Yohan.