Kisah Inspiratif Teras UMKM di RRI Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta - Program “Teras UMKM” RRI Jakarta kembali menghadirkan kisah inspiratif seputar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Kali ini, menghadirkan Bulan Rianti, owner UMKM kuliner Cuma_Kulit, yang mengangkat tema “Merintis Sejak Zaman Sekolah”.

Wawancara ini membahas perjalanan usaha kuliner yang dimulai sejak bangku SMA hingga berkembang menjadi kafe.

Bulan Rianti, warga Cengkareng, Jakarta Barat, memulai usaha Cuma_Kulit pada tahun 2019 saat dirinya masih duduk di kelas 2 SMA. Usaha ini berawal dari sistem pre-order (PO) sederhana, menjual nasi kulit ayam dengan sambal matah kepada teman-teman sekolah.

Nama Cuma_Kulit dipilih karena sejak awal produk yang dijual memang berfokus pada kulit ayam. “Kenapa namanya Cuma Kulit, karena dulu kita cuma jual nasi kulit ayam sambal matah aja,” ujar Bulan.

Ide usaha ini muncul dari kegemaran keluarga Bulan terhadap olahan kulit ayam serta ketertarikannya pada dunia berdagang sejak remaja. Resep kulit ayam dan sambal matah dikembangkan bersama sang adik melalui proses coba-coba selama beberapa minggu. “Sekitar setengah bulan kita coba-coba resep sampai nemu yang pas,” ungkapnya. Inspirasi sambal matah sendiri datang setelah Bulan mencicipinya langsung saat berkunjung ke Bali.

Dalam menjalankan usahanya sambil sekolah, Bulan membagi waktu dengan memasak di malam hari sepulang sekolah, lalu menggoreng dan menyiapkan pesanan di pagi hari sebelum berangkat. Memasuki masa pandemi Covid-19, penjualan justru meningkat melalui platform online. “Pas corona malah lebih rame online, terutama yang aplikasi oren karena banyak promo,” katanya. Keuntungan dari penjualan online inilah yang menjadi modal perkembangan usaha selanjutnya.

Seiring meningkatnya permintaan dan banyaknya pelanggan yang ingin makan di tempat, Bulan akhirnya membuka kafe Cuma_Kulit di halaman rumahnya yang berada di tengah kompleks perumahan. Kini, Cuma_Kulit tidak hanya menjual nasi kulit, tetapi juga menghadirkan menu lain seperti burger, pizza, dan mie, yang semuanya dibuat secara homemade.

“Dari dulu aku emang pengen punya restoran,” tutup Bulan, membuktikan bahwa usaha yang dirintis sejak sekolah dengan niat dan konsistensi dapat berkembang menjadi bisnis nyata.

Rekomendasi Berita