Mengapa Makin Dewasa, Teman Makin Kok Sedikit?

RRI.CO.ID, Jakarta : Program DangdutNyok kembali mengangkat obrolan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari pendengarnya. Kali ini, Mpok Nova mengajak Abang Mpok membahas hasil riset yang menyebutkan bahwa semakin dewasa seseorang, semakin sulit memiliki banyak teman. Topik ini langsung mengundang respons karena dirasakan banyak orang. Lewat siaran sore, pendengar diajak berbagi pengalaman pertemanan yang kini terasa berbeda dibanding masa muda. Diskusi pun mengalir santai namun penuh makna.

Salah satu penelpon, Bang Hasan, mengungkapkan bahwa perubahan usia memang berpengaruh pada lingkar pertemanan. “Kalau dulu zaman muda teman banyak, sekarang bisa dihitung pakai jari,” ujarnya saat berbincang di udara. Menurutnya, kesibukan dan kondisi fisik yang tak lagi seprima dulu membuat waktu berkumpul jadi berkurang. Ia menambahkan bahwa yang masih bertahan biasanya adalah teman-teman harian yang benar-benar dekat. Hal ini diamini oleh penyiar dan pendengar lain.

Pendapat serupa juga disampaikan Bang Fahri dari Cikarang yang ikut menelepon ke studio. “Bukan karena nggak mau punya teman, tapi sekarang lebih pilih-pilih,” kata Bang Fahri. Ia menjelaskan bahwa pertemanan yang dijaga adalah yang satu frekuensi dan saling mendukung. Meski begitu, ia menegaskan bahwa silaturahmi tetap penting walau intensitas bertemu tidak sesering dulu. Baginya, kualitas pertemanan kini lebih utama dibanding jumlah.

Selain penelpon, respons juga datang melalui pesan WhatsApp dari berbagai daerah. Pak Luthfi dari Tajur Halang, Bogor, menyebut bahwa ia memilih teman yang produktif dan sejalan dalam kegiatan ibadah. Sementara itu, Mang Yusuf dari Kedoya mengatakan bahwa kesibukan masing-masing membuat pertemanan tak lagi seramai dulu. Ada juga pendengar yang merasa lebih nyaman menghabiskan waktu bersama keluarga dibanding nongkrong seperti masa muda.

Dari obrolan di DangdutNyok, terlihat bahwa berkurangnya teman bukan selalu hal negatif. Banyak pendengar justru merasa lebih tenang dengan lingkar pertemanan yang kecil namun tulus. Usia, tanggung jawab, dan prioritas hidup menjadi faktor utama perubahan ini. Meski begitu, pendengar sepakat bahwa memiliki satu atau dua teman sejati sudah lebih dari cukup. Seperti obrolan sore itu, pertemanan boleh berkurang, tapi kehangatan tetap harus dijaga.

Rekomendasi Berita