Pekerja Film Hollywood Menyuarakan Aksi Boikot Israel

KBRN, Jakarta: Film Workers for Palestine (FWP) membuat acara deklarasi dengan berbagai para pekerja seni untuk penghentian keterlibatan dengan institusi Israel. Gerakan ini sebagai langkah bagian dari upaya global melawan apartheid dan penjajahan.

Sekitar 1.800 aktor, sutradara, artis, dan pekerja film menandatangani petisi seruan boikot Israel tersebut. FWP menegaskan pernyataan komunitas pekerja film memiliki tanggung jawab moral untuk menggunakan platform seni sebagai sarana melawan penindasan, salah satunya upaya pembungkaman suara yang mendukung pembebasan palestina.

Dalam bunyi ikrarnya menyatakan ini terinspirasi oleh "Filmmakers United Against Apartheid" yang menolak menayangkan film mereka di Afrika Selatan di bawah apartheid, kami berjanji untuk tidak menayangkan film, tampil atau bekerja sama dengan institusi film Israel - termasuk festival, bioskop, penyiar, dan perusahaan produksi- yang terlibat dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina. Ikrar ini menyatakan, mereka tidak mendesak siapa pun untuk berhenti bekerja dengan warga Israel, melainkan "seruan bagi para pekerja film untuk menolak bekerja dengan lembaga-lembaga Israel yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia Israel," dikutip dari voi.id, Rabu, (10/08/2025).

Aksi ini ditanda tangani oleh beberapa nama besar, antara lain seperti Olivia Colman, Javier Bardiem, Aimee Lou Wood, Susan Sarandon, Mark Ruffalo, Riz Ahmed, sutradara Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, Emma Stone, Ayo Edebiri, hingga Tilda Swinton. Aksi boikot ini menjadi bagian dari gelombang dukungan internasional yang kian besar untuk Palestina.

Para pembuat film menjelaskan bahwa langkah ini bukan ditujukan kepada individu, tetapi sebagai bentuk penolakan terhadap institusi yang melakukan pelanggaran HAM. Peristiwa yang terjadi di Gaza merupakan genosida bukan peperangan.

Salah satu yang paling bersuara adalah Mark Ruffalo. "Kelaparan paksa, bencana kelaparan buatan manusia, anak-anak dan keluarga merana, sementara dunia hanya diam nonton. Ini bukan bencana alam," tegas Mark Ruffalo di akun Instagramnya, Senin (23/8/2025).

Menanggapi seruan boikot, pemerintah Israel menolak dan menganggap tindakan tersebut diskriminasi. Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza memberikan data, melaporkan bahwa serangan dan blokade Israel telah menewaskan 6.4522 warga Palestina, melukai 16.3069 orang, dan menyebabkan 393 kematian akibat kelaparan, di mana 130 di antaranya adalah anak-anak.

(Salma Adhwa Nazhifah - Universitas Negeri Jakarta).

Rekomendasi Berita