BSMI Pastikan Dampingi Aceh Bangkit

RRI.CO.ID, Jakarta - Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), melakukan soft launching Klinik Pusat Pelayanan Kesehatan dan Rehabilitasi (PPKR) Aceh Tamiang, pada Minggu, 18 Januari 2026. Hal itu sebagai wujud komitmen pendampingan jangka panjang, bagi masyarakat terdampak banjir Sumatra.

Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang, beralamat di Jalan Medan-Banda Aceh, Medang Ara, Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh. Kehadiran Klinik PPKR BSMI Aceh Tamiang, menegaskan BSMI tidak meninggalkan Aceh, meskipun fase tanggap darurat telah berakhir.

Klinik itu dihadirkan untuk memastikan, masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan, yang layak dan mudah dijangkau. Serta berpihak kepada kelompok rentan.

Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) BSMI, Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, MARS, menyatakan pendirian Klinik PPKR, merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan yang berkelanjutan. “BSMI tidak akan meninggalkan Aceh, sampai masyarakat Aceh benar-benar terpenuhi kebutuhan kesehatannya,” ujar Prof. Basuki.

“Bagi kami, kemanusiaan tidak berhenti ketika status bencana dinyatakan selesai. Justru pada masa pemulihan inilah, kehadiran yang berkelanjutan sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, BSMI telah lama hadir mendampingi Aceh, sejak musibah tsunami 2004, termasuk dengan mendirikan Rumah Sakit BSMI di Lamlagang, serta sejumlah klinik di wilayah Trienggading, Pidie. “Dalam rangkaian bencana banjir Sumatra, BSMI mengirimkan relawan ke tiga wilayah terdampak, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh,” katanya.

“Dari seluruh wilayah tersebut, Aceh menjadi salah satu yang paling terdampak, khususnya Aceh Tamiang. Karena itu, BSMI mendirikan Posko Medis, sekaligus Klinik PPKR di Aceh Tamiang, sebagai bentuk pendampingan jangka panjang,” tambahnya.

Sementara itu, PJ Klinik PPKR Aceh Tamiang, Apt. Juliansyah Putra, S.Farm, menyatakan Klinik Pratama BSMI Aceh Tamiang, diharapkan menjadi pusat layanan kesehatan yang berkualitas. Serta terjangkau bagi masyarakat.

“Klinik ini kami rancang agar mudah diakses oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu. Dengan adanya Klinik PPKR BSMI, warga dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih baik, dan lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” kata Juliansyah.

Menurutnya, Klinik PPKR tidak hanya berfokus pada layanan kuratif, tetapi juga menjadi bagian dari upaya promotif. Dan preventif kesehatan masyarakat pascabencana.

Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP. Ia menilai kehadiran Klinik PPKR BSMI, sebagai hasil kolaborasi yang baik, antara BSMI dan pemerintah daerah.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin, antara BSMI dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Klinik ini diharapkan dapat menjadi contoh, bagi lembaga kesehatan lainnya, dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, bagi masyarakat Aceh Tamiang,” katanya.

BSMI menegaskan, kehadirannya di Aceh bukan untuk mencari sensasi, atau popularitas. Melainkan untuk berjalan bersama masyarakat, mendengar kebutuhan nyata di lapangan, serta menghadirkan solusi kesehatan, yang bermartabat dan berkelanjutan.

Dengan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan Islam, BSMI berikhtiar, menjadikan Klinik PPKR Aceh Tamiang sebagai pusat pelayanan dan pemulihan. Serta harapan bagi masyarakat, dalam menapaki proses bangkit pascabencana.

Hadir dalam kegiatan soft launching tersebut, antara lain Ketua MPA BSMI Prof. Dr. dr. Basuki Supartono, Sp.OT, FICS, MARS, Sekretaris Jenderal BSMI Muhammad Rudi, Bendahara Umum BSMI dr. Prita Kusumaningsih, Sp.OG, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang dr. Mustakim, M.Kes., Sp.DLP, dan kepala desa. Serta relawan BSMI yang masih bertugas di Aceh dan Sumatra Utara.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita