Hindari Kebiasaan Ini Agar Tak Sebabkan Masalah Tiroid
- by Penta Maydita
- Editor Erik Hamzah
- 19 Jan 2026
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta: Kelenjar tiroid memiliki peran untuk mengatur tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, metabolisme, serta respon tubuh terhadap hormon. Umumnya, gangguan tiroid diklasifikasikan dalam beberapa jenis, seperti hipertiroidisme, hipotiroidisme, tiroiditis Hashimoto, nodul atau tumor tiroid, serta kanker tiroid. Seorang Konsultan Diabetes dan Endokrinologi, Ankita Tiwari, menyampaikan beberapa kebiasaan yang dapat memicu masalah pada tiroid.
Pertama, kebiasaan kurang tidur dapat mengganggu fungsi normal kelenjar tiroid. Seseorang yang tidak memiliki jadwal tidur teratur atau tidur kurang dari 7 jam setiap malam, maka ritme alami tubuh dalam memproduksi hormon tiroid akan terganggu.
“Akibatnya mungkin kesulitan mempertahankan jumlah hormon tiroid yang tepat dan menggunakannya secara optimal,” ujarnya, dikutip dari Antara, pada Senin 19 Januari 2026.
Kedua, pola makan buruk yang. Terlebih yang kerap dipengaruhi oleh tren diet yang menormalkan kebiasaan melewatkan makan. Puasa intermiten maupun pembatasan porsi yang berlebihan disebut berbahaya bagi kesehatan hormon.
“Melewatkan makan secara konsisten, menjalani diet ekstrem, atau mengonsumsi kurang dari 1.000 kalori per hari merupakan sinyal bagi tubuh untuk menghemat energi dan memperlambat fungsi metabolisme yang berkaitan dengan tiroid,” katanya.
Selain itu, Ia juga menyarankan untuk menghindari konsumsi makanan olahan, gula tambahan, dan lemak tidak sehat. Makanan tersebut berpotensi menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang dapat mengganggu keseimbangan hormon.
Di samping itu, kebiasaan seperti merokok, terlalu sering konsumsi makanan goitrogenik tertentu, kelebihan maupun kekurangan asupan yodium, serta konsumsi obat tiroid pada waktu yang tidak tepat juga berdampak buruk pada kesehatan tiroid.
Ketiga, stres akibat tekanan stres kronis pada sistem pengatur tubuh dapat mengubah sinyal ke kelenjar tiroid terkait produksi hormon.
Keempat, kurangnya aktivitas fisik. Hal ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan tiroid dengan berkontribusi pada gangguan metabolisme dan memicu peradangan.