PSSI Jaksel, Gelar Kongres Biasa Tahun 2026

RRI.CO.ID, Jakarta - PSSI Jakarta Selatan menggelar Kongres Biasa sebagai agenda laporan pertanggungjawaban kepengurusan masa bakti 2022–2025. Kegiatan itu dilaksanakan di salah satu hotel di kawasan jl. Tandean, Jakarta Selatan, Minggu 19 Januari 2026.

Dalam kongres tersebut, seluruh laporan kegiatan dan laporan keuangan dinyatakan diterima tanpa catatan oleh para anggota.

Hal itu disampaikan, Try Joko Susilo, eks Ketua Askot PSSI Jakarta Selatan periode 2022–2025, seusai pelaksanaan kongres. Try Joko Susilo, menjelaskan, selama empat tahun terakhir seluruh program kerja telah dijalankan sesuai rencana tahunan dan dilaporkan secara terbuka, transparan, serta akuntabel kepada anggota.

“Kami sudah menyampaikan laporan kegiatan dan laporan keuangan masa bakti berjalan. Seluruh program selama empat tahun terakhir terlaksana sesuai program kerja dan tidak ada catatan atau keberatan dari anggota,” ucapnya.

Try Joko Susilo, menjelaskan Kongres Biasa PSSI Jakarta Selatan ini juga menindaklanjuti perubahan peraturan organisasi hasil Kongres PSSI pada Mei 2025. Dalam aturan baru tersebut, kepengurusan PSSI di tingkat kota dan kabupaten tidak lagi dipilih langsung oleh anggota, melainkan ditunjuk oleh Ketua Umum PSSI di tingkat provinsi.

Namun, khusus di DKI Jakarta, Asprov PSSI DKI Jakarta masih berstatus kepengurusan pelaksana tugas (PLT). Karena itu, Kongres Asprov PSSI DKI Jakarta belum dapat diselenggarakan. Dampaknya, kepengurusan PSSI Jakarta Selatan diminta tetap menjalankan tugas sebagai PLT selama maksimal enam bulan ke depan, hingga Kongres Asprov PSSI DKI Jakarta terlaksana dan menetapkan Ketua Umum definitif.

“Berdasarkan surat penugasan yang kami terima, masa berlaku PLT ini maksimal enam bulan. Setelah kongres Asprov DKI digelar, barulah akan ditentukan apakah kepengurusan tetap, ditunjuk ulang, atau dilakukan perubahan susunan,” ucapnya.

Dalam Kongres Biasa tersebut, dari total 37 voter PSSI Jakarta Selatan, sebanyak 34 anggota hadir sehingga kongres dinyatakan kuorum. Selain itu, terdapat empat peserta observer yang mengajukan diri sebagai calon anggota baru PSSI Jakarta Selatan. "Secara keseluruhan, hampir seluruh undangan yang disiapkan panitia menghadiri kegiatan tersebut," ucapnya.

Terkait pelaksanaan program kerja, Trijoko mengakui terdapat beberapa penyesuaian pada tahun lalu. Kompetisi kelompok usia 7 tahun terpaksa dibatalkan karena keterbatasan kesiapan anggota serta minimnya lapangan yang memenuhi standar keselamatan bagi pemain pemula. Selain itu, rencana penyelenggaraan kursus pelatih nasional D kedua dialihkan menjadi kursus wasit nasional C3 akibat minimnya peserta.

“Program yang belum terlaksana hanya festival grassroots usia 7 tahun. Sementara program lainnya seperti Liga usia 11, 13, 15, dan 17, Piala Soeratin usia 13–15, serta festival grassroots usia 9 dan 11 telah terlaksana seluruhnya,” ujarnya.

Try Joko Susilo, juga menyoroti kendala klasik yang hingga kini masih dihadapi PSSI Jakarta Selatan, yakni keterbatasan sarana dan prasarana lapangan sepak bola yang memenuhi standar keselamatan pemain. Saat ini, baru satu lapangan sintetis di Jagakarsa yang memenuhi standar, namun kondisinya mulai rusak akibat penggunaan berlebih. Sementara itu, lima lapangan milik Suku Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta Selatan belum mengalami peningkatan signifikan.

“Memang ada satu lapangan di Sukatani, Pasar Minggu yang sedang dalam proses pembangunan rumput sintetis, tetapi belum jelas kapan bisa digunakan,” katanya.

Try Joko Susilo, berharap PSSI Jakarta Selatan mendapatkan prioritas penggunaan lapangan, mengingat peran kompetisi sebagai penggerak utama pembinaan prestasi sepak bola. Menurutnya, tanpa kompetisi yang berkesinambungan, sulit melahirkan pemain berprestasi hingga ke tingkat nasional.

Sebagai bukti hasil pembinaan, ujar, Try Joko Susilo, sejumlah pemain yang kini memperkuat tim nasional Indonesia merupakan produk kompetisi PSSI Jakarta Selatan. Di antaranya Muhammad Ferrari yang kini bermain di tim nasional dan klub Persija Jakarta, serta pemain kelompok usia 20 tahun Early Abdul Manan.

Rekomendasi Berita