Dekranasda Konawe kepulauan Canangkan Regenerasi Perajin
- by Bayu Firmansyah
- Editor Gafar
- 30 Des 2025
- Kendari
KBRN, Kendari : Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) meletakkan perhatian serius terhadap keberlanjutan kerajinan tradisional daerah seperti tenun dan kriya.
Ketua Dekranasda Konkep Ucha Nidya Ramadhani Rifqi, S.Pd menganggap perihal yang dinilai mulai mengalami kemunduran akibat lemahnya regenerasi perajin dan ketatnya persaingan pasar.
"Dekranada Konkep hadir sebagai Wadah sentral untuk melestarikan dan meregenerasi warisan budaya kerajinan lokal Kabupaten Konawe Kepulauan yang terancam punah, sambil secara simultan berperan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif yang strategis," ungkapnya.
Ucha menambahkan bahwa kerajinan tradisional merupakan warisan budaya luhur yang telah berproses selama ratusan tahun. Namun, tanpa perhatian dan transformasi yang berkelanjutan, warisan tersebut terancam meredup dan bahkan hilang.
Menurutnya salah satu persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah menurunnya minat generasi muda untuk mewarisi keterampilan kerajinan tradisional. Keterampilan menenun dan membuat kriya perlahan menghilang seiring dengan berpulangnya para perajin terdahulu, sementara proses pewarisan pengetahuan tidak berjalan optimal.
Selain itu, produk kerajinan lokal juga menghadapi tantangan dari sisi pemasaran. Produk tradisional dinilai kalah bersaing dengan produk pabrikan yang lebih murah dan cepat diproduksi.
"Produk kerajinan khas Konawe Kepulauan juga masih memiliki keterbatasan dari sisi nilai jual dan branding, sehingga sulit menembus pasar yang lebih luas," pungkasnya.
Ketua Dekranasda menegaskan, jika kondisi tersebut dibiarkan, maka bukan hanya produk kerajinan yang hilang, tetapi juga cerita, filosofi, dan identitas budaya masyarakat Konawe Kepulauan yang terkandung di dalamnya.
Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, Dekranasda Konkep telah menjalankan sejumlah program strategis. Salah satunya melalui program revitalisasi dan regenerasi perajin dengan menggelar pelatihan keterampilan berkelanjutan yang menyasar generasi muda, termasuk workshop dan lomba desain motif tenun.
Dekranasda juga mendorong inovasi produk dan desain melalui kolaborasi antara perajin dan desainer, tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Produk tenun tradisional diarahkan untuk dikembangkan menjadi produk modern yang aplikatif, seperti tas, busana kontemporer, dan dekorasi rumah, guna meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Di bidang pemasaran, Dekranasda memperkuat strategi peningkatan akses pasar melalui pembangunan branding produk khas Konkep serta pemanfaatan platform digital, seperti marketplace dan media sosial.
Selain itu, perajin lokal secara aktif difasilitasi untuk mengikuti pameran tingkat regional dan nasional. Melalui berbagai langkah tersebut, Dekranasda berharap kerajinan tradisional Konawe Kepulauan dapat terus lestari sekaligus memiliki daya saing di tengah perkembangan pasar modern.