Film Bidadari Surga Sajikan Cinta, Iman, Kedewasaan
- by Lindsa Manuara
- Editor H. Atto Raidi
- 19 Jan 2026
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Film
Bidadari Surga siap menyapa penonton mulai besok sebagai drama romantis bernuansa religi yang disajikan dengan ritme tenang namun sarat makna. Tidak sekadar menghadirkan kisah asmara, film ini mengajak penonton menyelami perjalanan batin tentang pencarian jati diri, keyakinan, serta proses pendewasaan yang penuh ujian.Mengusung narasi yang hangat dan reflektif,
Bidadari Surga menuturkan bentuk cinta yang tidak memaksa, melainkan mengajak untuk sadar dan bertumbuh. Cerita berpusat pada Taufan, seorang kreator konten eksperimen sosial yang terbiasa mengejar perhatian dan sensasi demi popularitas.Dalam salah satu proyeknya, Taufan berjumpa dengan Nadia, mahasiswi berhijab yang teguh memegang prinsip hidup. Demi konten, Taufan menawarkan sejumlah uang agar Nadia bersedia melepas hijabnya. Namun respons Nadia jauh dari dugaan. Ia menegur Taufan dengan tutur kata lembut dan bijaksana, mengingatkannya akan dampak dari setiap tindakan. Sikap tersebut justru meninggalkan kesan mendalam di hati Taufan.
Rasa kagum perlahan tumbuh menjadi ketertarikan yang kuat. Taufan mulai mencari tahu kehidupan Nadia, bahkan mendatangi masjid kampus tempat perempuan itu biasa beribadah, berharap bisa kembali bertemu dengan sosok yang telah menyentuh nuraninya.
Pertemuan selanjutnya membawa Taufan pada keputusan besar. Tanpa melalui proses pacaran, ia menyatakan niat untuk menikahi Nadia. Namun Nadia menolak hubungan yang tidak sejalan dengan nilai hidupnya dan memilih mempertemukan Taufan dengan sang abah, Kiai Salim, pengasuh sebuah pondok pesantren.
Dengan penampilan yang jauh dari kesan religius, Taufan memberanikan diri menemui Kiai Salim. Keraguan sang kiai membuat Taufan harus menerima tantangan berat: dalam waktu satu bulan, ia harus mampu mengaji dengan lantunan yang menyentuh hati, meski dirinya tak memiliki latar belakang pendidikan agama.
Berbekal tekad dan cinta, Taufan memulai perjalanan spiritual yang penuh hambatan. Bersama dua sahabatnya, Rio dan Bambang, ia belajar mengaji dari nol, menghadapi kegagalan, konflik batin, ego, serta luka masa lalu yang perlahan terurai. Proses ini membawanya pada pemahaman baru tentang makna cinta dan keimanan.
Dibintangi oleh Dinda Hauw, Rey Mbayang, Ibnu Wardani, Nesa Aqila, dan Indro Warkop,
Bidadari Surga menegaskan bahwa cinta sejati bukan tentang mengubah seseorang sesuai keinginan pribadi. Film ini justru menampilkan bagaimana cinta mengajarkan penghormatan terhadap perbedaan, keikhlasan, serta pertumbuhan menuju pribadi yang lebih baik.Bidadari Surga akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026 lalu dan diharapkan menjadi pengalaman sinematik yang tidak hanya ditonton, tetapi juga direnungkan.