Komisi IX DPR Soroti Tindak Lanjut Program Cek Kesehatan Gratis
- by Eliana Zahra Devina
- Editor Tegar
- 19 Jan 2026
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR Achmad Ru’yat mengapresiasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau puluhan juta masyarakat. Namun, ia menegaskan tantangan terbesar saat ini terletak pada tindak lanjut hasil screening kesehatan.
Meski demikian,Achmad menilai keberhasilan pendataan kesehatan nasional belum cukup tanpa pengobatan berkelanjutan. Ia menyoroti lemahnya pengendalian penyakit kronis pasca screening.
“Program ini sudah melakukan screening pada 70 juta masyarakat Indonesia, di mana sejumlah 46 juta orang di puskesmas kemudian 24 juta di sekolah,” ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Menteri Kesehatan di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin, 19 Januari 2026.
“Di satu sisi ini suatu prestasi yang sangat baik, tapi juga terkait dengan tindak lanjut hasil CKG. Karena dari data yang kami dapatkan untuk penanganan hipertensi saja itu baru bisa dikendalikan di angka tiga persen,” katanya.
Ia juga menyoroti temuan dominan pada hasil pemeriksaan kesehatan anak dan remaja. Achmad menyebut, persoalan gigi serta kesehatan mental membutuhkan kebijakan lanjutan yang konkret.
“Dari hasil cek kesehatan gratis juga yang dominan itu keluhan gigi, persoalan gigi. Banyak anak-anak yang sakit, kemudian ada yang mengalami depresi dan kecemasan,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengonfirmasi capaian besar program CKG secara nasional. Ia menyebut program tersebut memiliki target cakupan terluas dibandingkan program kesehatan pemerintah lainnya.
“Ini adalah program pemerintah yang target cakupannya paling luas. 280 juta masyarakat Indonesia dan kita berhasil melakukan screening ke 70 juta,” ujar Menkes.
Menkes menjelaskan screening bertujuan mendeteksi penyakit sejak dini agar dapat diobati lebih cepat. Ia menilai, upaya tersebut jauh lebih efisien dibandingkan pengobatan saat penyakit sudah berat.
“Screening ini memang mengetahui penyakit dini apa sehingga kita bisa obati lebih dini. Ini jauh lebih murah dan jauh lebih bagus kualitas hidupnya bagi masyarakat kita,” kata Menkes.
Ia mengungkapkan, hasil screening menunjukkan masalah kesehatan berbeda pada setiap kelompok usia. Menurutnya, obesitas dan hipertensi menjadi temuan terbanyak pada kelompok dewasa.
Menkes menegaskan, tantangan terbesar program CKG saat ini berada pada pengendalian penyakit kronis. Ia menyebut, hanya sebagian kecil penderita hipertensi yang berhasil dikendalikan secara rutin.
“Dari 6 juta yang hipertensi yang terkendali baru 191 ribu. Ini yang menjadi tantangan kita,” ucap Menkes.
Pemerintah sendiri menargetkan peningkatan signifikan pengendalian hipertensi melalui pengobatan rutin di puskesmas. Menkes menegaskan, penguatan tindak lanjut menjadi fokus utama program CKG tahun berjalan.