Jajanan Inaa, UMKM Muda yang Bertumbuh
- by Twindrianti Taka
- Editor Aloysius Tani
- 17 Jan 2026
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah ketatnya persaingan usaha kuliner, Inaa, seorang pelaku usaha muda, memilih menapaki jalur usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui Jajanan Inaa. Usaha kuliner rumahan ini lahir dari kecintaannya terhadap dunia jajan dan camilan, yang kemudian diwujudkan menjadi peluang usaha dengan cita rasa sederhana namun diminati berbagai kalangan.
Keinginan untuk memiliki penghasilan sendiri sekaligus mengisi waktu setelah menyelesaikan pendidikan perguruan tinggi mendorong Inaa menekuni dunia usaha. Di usianya yang masih muda, ia memilih belajar secara mandiri melalui berbagai sumber, termasuk platform digital seperti YouTube dan media daring lainnya, guna mengembangkan keterampilan dalam membuat aneka jajanan.
Melalui proses belajar mandiri tersebut, Inaa akhirnya memulai usaha Jajanan Inaa pada tahun 2024. Seiring waktu, usaha ini terus berkembang dengan mengandalkan konsistensi rasa serta semangat wirausaha sebagai modal utama dalam menghadapi persaingan di sektor kuliner.
Dalam wawancara bersama Pro 4 RRI Kupang pada program Obrolan Teras UMKM, Inaa mengungkapkan mimpinya untuk membuka outlet dengan beberapa cabang. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat memudahkan pelanggan, termasuk yang berada di lokasi jauh, agar tetap dapat menikmati berbagai produk camilan Jajanan Inaa.
Saat ini, Jajanan Inaa menawarkan beberapa menu, di antaranya keripik pisang coklat yang menjadi produk terlaris, lumpia pisang coklat, serta menu terbaru yang tengah dipersiapkan, yakni brownies lumer. Inaa berharap seluruh produknya dapat diterima oleh masyarakat luas, tidak hanya di Kota Kupang, tetapi juga di luar daerah.
Lebih jauh, Inaa berharap kisah usahanya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. Ia menilai bahwa membangun usaha merupakan proses yang penuh dinamika, termasuk saat harus menghadapi jeda atau rasa penurunan semangat. Namun, menurutnya, yang terpenting adalah keberanian untuk bangkit kembali dan tetap berjuang demi kemandirian ekonomi serta pembiayaan diri secara mandiri. (TT)