Pedas Manis Perjuangan Seorang Ibu Merintis Usaha Keripik
- by Christina M. Gegung
- Editor Alfred Sengge
- 18 Jan 2026
- Kupang
RRI.Co.ID,Kupang - Menjadi seorang ibu rumah tangga bukan hanya sekedar melakukan urusan domestik seperti, memasak, mencuci, atau mengurus anak. Di tengah tantangan ekonomi saat ini, banyak perempuan tangguh yang berhasil merintis usaha dari rumah untuk membantu perekonomian keluarga.
Seperti Mbak iput, warga Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang yang berhasil mengembangkan usaha keripik ubi rumahan. Berawal dari kegemaran membuat jajanan untuk anak-anaknya, pada tahun 2015 ia mulai memproduksi keripik ubi pedas manis dalam skala kecil.
“Awalnya saya buat untuk keluarga saja, tapi di tahun 2015 anak nna mau masuk kuliah dan kami agak kerepotan dikeuangan. Terus saya berpikir bagaimana manghasilkan uang untuk keluarga, maka saya beli ubi satu karung dan mulai kerjakan dengan suami serta anak-anak,” kata Mbak Iput kepada RRI Kupang, Sabtu 15 Januari 2026.
Mbak Iput hanya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan menitipkan jualannya di warung-warung kecil sekitar rumah. Keripik ubi yang diproduksi dijual dalam kemasan kecil seharga Rp1.000 dan untuk meningkatkan penjualan, ia memberikan tester.
“Waktu itu belum ada HP jadi saya pikir untuk taruh di kios dengan plastik kecil-kecil dan saya ikat 25 bungkus kemudian jual dengan Rp20.000. Saya punya cara pemasaran, kasih tester terus simpan dulu laku baru bayar,” ujar Mbak Iput.
Setelah semakin banyak yang membeli keripik ubi miliknya, Suami Mbak Iput menyarankan untuk menjualnya ke Kota Kupang. Tidak terlalu sulit bagi mereka untuk menawarkan di warung-warung, sebab keripik ubi pedas manis buatannya memiliki rasa yang khas.
“Setelah taruh di kios, besoknya saya cek mereka bilang laku Karena ini yang beli satu terus beli lagi. Puji Tuhan di Kota Kupang kami sudah dititip di tujuh kios besar,” ujar MbakI put.
Pada awal merintis usaha Mbak Iput hanya mengolah satu karung ubi per hari, namun kini jumlah produksinya semakin meningkat. Untuk mempercepat proses produksi, Ia kini dibantu mesin pengiris ubi yang membuat pekerjaannya menjadi lebih mudah dan efisien.
“Karena sudah ambil banyak karung ubi, saya mulai membeli mesin pemotong biar memudahkan,” ucap Mbak Iput.
Penghasilan menjual keripik ubi pedas manis digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga dan biaya pendidikan anak. Ia berharap, setiap perempuan, khususnya ibu rumah tangga, berani untuk memulai usaha agar bisa mandiri secara finansial.
“Anak sudah lulus kuliah S1 di tahun 2018 dan 2019 suami saya sakit, jadi saya bertekad bahwa rumah tangga saya tidak boleh kandas. Saat ini saya sudah menambah produksi keripik pisang dan jagung goreng,” ucap mbak Iput.