Jajanan Bonipoi Dorong Usaha Rumahan
- by Twindrianti Taka
- Editor Alfred Sengge
- 20 Jan 2026
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang - Di tengah berkembangnya usaha rumahan sebagai penopang ekonomi keluarga, Jajanan Bonipoi hadir sebagai salah satu contoh pelaku usaha kecil yang memanfaatkan dapur rumah sebagai ruang produksi. Dengan mengolah jajanan sederhana bercita rasa lokal, Bonipoi tidak hanya membuka peluang usaha mandiri, tetapi juga mendorong tumbuhnya kewirausahaan berbasis rumah tangga di tengah masyarakat.
Jajanan Bonipoi berawal dari niat Boi Blegur, pemilik usaha tersebut, untuk mengembangkan keterampilan yang dimilikinya di bidang kuliner. Sebagai seorang ibu rumah tangga, ia memiliki kerinduan untuk tetap produktif sekaligus memperoleh penghasilan sendiri guna membantu perekonomian keluarga. Inspirasi usaha ini muncul dari kegemaran sang suami terhadap jajanan risol. Melihat peluang tersebut, Boi Blegur kemudian berinisiatif memproduksi risol dengan berbagai varian isian, seperti daging dan sayuran. Ia terus berupaya menyempurnakan proses pembuatan agar menghasilkan risol dengan cita rasa yang lezat serta tidak berminyak.
Dengan dukungan penuh dari sang suami, usaha yang dirintis secara bertahap tersebut akhirnya membuahkan hasil. Produk risol Jajanan Bonipoi kini mulai dikenal dan diterima oleh masyarakat Kota Kupang, sekaligus menjadi salah satu contoh usaha rumahan yang mampu berkembang melalui ketekunan dan konsistensi kualitas.
Boi Blegur juga menceritakan bahwa pemasaran awal Jajanan Bonipoi dilakukan melalui konten-konten sederhana yang diunggah di akun media sosial pribadinya. Ia mengaku tidak menyangka unggahan seputar proses pembuatan risol tersebut mendapat perhatian luas dari warganet dan berujung pada meningkatnya jumlah pesanan.
Dalam wawancara bersama Pro 4 RRI Kupang pada program Obrolan Teras UMKM, Boi Blegur menyampaikan bahwa produksi risol Jajanan Bonipoi kini mencapai sekitar 100 hingga 200 potong per hari. Jumlah produksi tersebut menuntut persiapan bahan baku yang matang serta konsistensi dalam takaran dan proses pembuatan agar kualitas rasa dan tampilan produk tetap terjaga. Meski diproduksi dalam jumlah cukup besar, Boi Blegur menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama. Konsistensi tersebut menjadi kunci agar risol Jajanan Bonipoi tetap diminati dan mampu bersaing di tengah maraknya usaha jajanan rumahan.
Ke depan, Boi Blegur berharap semangatnya dalam berusaha tetap terjaga dan tidak terpengaruh oleh tren usaha lain yang sedang viral. Ia memilih untuk tetap fokus dan konsisten mengembangkan produk-produk Jajanan Bonipoi agar memiliki ciri khas serta kualitas yang berkelanjutan. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan konsumen, sekaligus memperkuat posisi Jajanan Bonipoi sebagai usaha rumahan yang terus berkembang di tengah persaingan pasar kuliner. (TT)