Tape Singkong Mentega, Camilan Lokal Favorit
- by Twindrianti Taka
- Editor Aloysius Tani
- 21 Jan 2026
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah maraknya camilan modern, Tape Singkong Mentega berhasil menjadi salah satu jajanan lokal favorit di Kupang. Terbuat dari singkong kuning, yang di Kupang juga dikenal sebagai singkong mentega, camilan tradisional ini menawarkan tekstur lembut dan rasa manis alami yang disukai masyarakat dari berbagai kalangan.
Popularitas Tape Singkong Mentega menunjukkan bagaimana olahan lokal sederhana dapat diterima luas, sekaligus menjadi contoh UMKM yang memanfaatkan produk khas NTT untuk menciptakan peluang usaha yang menjanjikan. Berawal dari kecintaannya pada tape, Mega, pemilik usaha Tape Singkong Mentega, ingin menghadirkan tape dengan bahan singkong mentega.
Beberapa kali ia mencoba menggunakan jenis singkong lain, namun tidak mendapatkan rasa yang sesuai. Akhirnya, ia memutuskan untuk membuat tape menggunakan singkong mentega agar cita rasanya lebih pas dan otentik.
Dalam wawancara bersama Pro 4 RRI Kupang, Mega menceritakan bahwa produksi Tape Singkong Mentega dimulai pada bulan November 2025. Ia terlebih dahulu memberikan tester kepada suami dan kerabat, yang memberikan respon positif sekaligus saran untuk mulai memasarkan tape ini secara lebih luas.
Mega menjelaskan bahwa proses pembuatan Tape Singkong Mentega membutuhkan waktu tertentu, sehingga sistem pemesanan yang diterapkan masih berbasis online dan pre-order. Melalui pengalaman ini, Mega mengakui bahwa dirinya semakin jeli dalam memilih singkong yang berkualitas, sehingga produk tape yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik, baik dari segi rasa maupun tekstur.
Langkah ini menjadi salah satu strategi agar konsumen tetap puas dengan produk Tape Singkong Mentega, sekaligus menjaga reputasi usaha rumahan yang ia jalani. Mega juga menjelaskan alasan di balik kecintaannya pada tape.
Menurutnya, tape mengandung probiotik alami yang baik untuk pencernaan. Dengan demikian, selain lezat, camilan ini juga memiliki manfaat kesehatan.
Selain dikonsumsi langsung, tape dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis makanan lain. Hal ini membuka peluang inovasi kuliner yang cukup luas, terutama bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan produk olahan berbasis tape.
Dengan berbagai manfaat dan nilai gizi tersebut, Mega berharap Tape Singkong Mentega tidak hanya disukai karena rasanya, tetapi juga dikenal sebagai produk lokal yang sehat dan bernilai tambah bagi masyarakat. Mega juga berharap pemerintah lebih sering menyelenggarakan event-event yang melibatkan UMKM, sehingga pelaku usaha di Kota Kupang dapat berkembang dan bersaing di pasar lokal maupun lebih luas.
Selain itu, ia memberikan pesan bagi para pelaku UMKM lainnya untuk tidak takut mencoba hal baru. Menurutnya, dengan kreativitas dan posting konten yang menarik di media sosial, produk UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dikenal masyarakat dan menarik pembeli maupun pelanggan baru. (TT)