Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 66 Promosikan Budaya Aceh

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Kelompok 66, Kamis 15 Januari 2026, melakukan kunjungan edukatif ke usaha alat musik tradisional "Keunebah Nanggroe" di Gampong Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami proses pelestarian budaya Aceh, khususnya dalam pembuatan instrumen ikonik seperti Rapai dan Serune Kale. Langkah ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa untuk mengangkat potensi kearifan lokal ke permukaan yang lebih luas.

Suniadi, atau yang akrab disapa Bapak Soni, selaku pemilik usaha menjelaskan bahwa kerajinan ini merupakan warisan turun-temurun yang menuntut ketelitian tinggi. Proses pembuatan satu alat musik bisa memakan waktu berminggu-minggu tergantung ukuran dan tingkat kerumitannya. Meski pengerjaannya dilakukan di desa, kualitas produk Keunebah Nanggroe telah diakui secara global dengan jangkauan pasar hingga ke mancanegara dan menghasilkan omzet ratusan juta rupiah per tahun.


Sekretaris Desa Blang Weu Panjoe, Baidawi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kehadiran para mahasiswa di tengah perajin lokal. Menurutnya, publikasi dan perhatian dari kalangan akademisi sangat diperlukan untuk memperkenalkan potensi desa yang selama ini menjadi pilar ekonomi kreatif warga. Ia berharap sinergi ini dapat memicu semangat generasi muda untuk menjaga identitas budaya Aceh agar tidak tergerus zaman.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sari Yulis Terfiadi, B.B.A., M.BA., menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis di lapangan. Selain menjalankan tugas pengabdian, mahasiswa diharapkan mampu memahami keterkaitan antara pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh secara langsung dari Bapak Soni menjadi modal berharga bagi mahasiswa dalam memahami dinamika usaha berbasis budaya.

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi mengenai strategi pemasaran digital yang dapat diimplementasikan untuk lebih memperkuat branding "Keunebah Nanggroe". Melalui inisiatif ini, Kelompok 66 KKN UNIMAL berkomitmen untuk terus mendukung promosi potensi lokal Blang Weu Panjoe. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi keberlanjutan usaha tradisional Aceh di tengah persaingan pasar modern.

Rekomendasi Berita