Wedang Jahe Instan UMKM Malang Bertahan Seperempat Abad
- by Wisnu
- Editor Miranti Rizky
- 6 Jan 2026
- Malang
KBRN, Malang: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) wedang jahe instan milik Bu Aminah Yuliany, warga Malang, telah bertahan selama kurang lebih 25 tahun. Produk minuman tradisional ini dikenal karena proses pembuatannya yang masih manual dan tanpa bahan pengawet maupun pewarna.
Dalam program Jagongan UMKM di RRI Pro 4 Malang, Bu Aminah menjelaskan bahwa bahan baku utama seperti jahe dan kunyit dipilih dari hasil panen yang masih segar. Proses produksi dilakukan dengan menjaga kebersihan dan konsistensi rasa, termasuk memisahkan alat masak khusus produksi agar tidak tercampur dengan peralatan rumah tangga.
“Jahe kami diparut manual, tidak pakai mesin. Itu yang membuat rasa dan khasiatnya lebih kuat,” ujar Bu Aminah pada Senin (5/1/2026).
Produk wedang jahe dan wedang kunyit instan ini dikemas secara sederhana dan memiliki masa simpan sekitar 4–6 bulan. Meski kemasannya masih minimalis, Bu Aminah menegaskan keunggulan produknya terletak pada kualitas bahan dan cita rasa alami.
"Saat ini, satu kemasan wedang jahe atau wedang kunyit seberat 150 gram dijual dengan harga sekitar Rp13.000. Dalam satu kemasan dapat diseduh menjadi sekitar enam gelas minuman," ujarnya.
Bu Aminah mengakui tantangan terbesar saat ini adalah persaingan dengan produk pabrikan yang memiliki kemasan lebih modern. Namun demikian, ia tetap optimistis produknya dapat bersaing karena memiliki pelanggan setia yang melakukan pembelian ulang.
Ke depan, Ia berharap dapat mengembangkan usahanya dengan melengkapi izin usaha, sertifikasi halal, serta memiliki rumah produksi tersendiri. Selain telah merambah pemasaran lewat Tiktok, Ia juga berencana memperluas pemasaran ke luar kota.
Melalui kisah usahanya, Bu Aminah berpesan kepada para pelaku UMKM agar tetap konsisten, menjaga kualitas produk, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan.