UM Fokus Internasionalisasi dan Penguatan Kinerja Dosen
- by Hanum Oktavia
- Editor Syamsuddin
- 14 Jan 2026
- Malang
KBRN, Malang : Universitas Negeri Malang (UM) telah menggelar acara Perjanjian Kinerja 2026 di GKB A20 pada Rabu, 14 Januari 2026. Kontrak kinerja tahun 2026 dirancang seirama dengan arah kebijakan Kemendiktisaintek yang mayoritas menekankan pada agenda internasionalisasi perguruan tinggi.
Wakil Rektor IV Universitas Negeri Malang (UM), Prof. Arif Nur Afandi, menyampaikan bahwa kontrak kinerja 2026 disusun lebih spesifik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain melibatkan para wakil rektor, kontrak tersebut juga diperluas kepada sekretaris universitas agar turut memantau dan berkontribusi secara menyeluruh terhadap peran sivitas akademika UM sepanjang 2026.
“Kami berharap kontrak kinerja ini dapat mengawal kinerja hingga ke tingkat dosen, karena mesin utama kepangkatan, produktivitas publikasi, dan capaian akademik lainnya adalah kinerja dosen,” ujarnya.
Prof. Arif menjelaskan bahwa pemantauan kinerja dosen ke depan akan terintegrasi langsung dengan sistem nasional dan internasional, seperti Scopus, SINTA, dan Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER).
“Data dari sistem tersebut akan menjadi dasar pemenuhan kepangkatan sekaligus alat pemantauan keberlanjutan karier dosen di UM,” ungkapnya.
Ia berharap pada tahun ini seluruh mekanisme tersebut dapat berjalan optimal, setelah sempat tertunda dalam dua tahun terakhir, sehingga universitas dapat melakukan pemetaan dan pemantauan kinerja dosen secara reguler dan berkelanjutan.
Selain kontrak kinerja, UM juga menyelenggarakan Anugerah Kinerja Unggul (AKU) sebagai kelanjutan dari anugerah kinerja bulanan yang selama ini diberikan dalam forum rapat pimpinan. Anugerah ini mencakup dua kategori utama, yakni penilaian kinerja pada tingkat fakultas serta kinerja pada tingkat program studi dan departemen.
“Untuk kategori fakultas, penilaian akan merujuk pada ketercapaian sasaran strategis Universitas Negeri Malang. Sementara itu, kategori program studi dan departemen akan menitikberatkan pada capaian kinerja tertinggi atau maksimal,” kata dia.
Pada tahun 2026, UM juga akan memperkenalkan sejumlah kategori penghargaan baru yang dikemas dalam bentuk “cakra”, di antaranya Cakra Unggul, Cakra Mandiri, Cakra Inovasi, Cakra Budaya, serta kategori lainnya. Penghargaan tersebut tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga disertai reward yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sumber daya manusia, peningkatan fasilitas laboratorium, serta penguatan kapabilitas institusi.
“Reward yang diberikan tidak seperti sebelumnya, tetapi diarahkan sebagai dukungan berkelanjutan bagi pengembangan dan pertumbuhan institusi,” jelasnya.
Prof. Arif menegaskan harapannya agar pada tahun 2026, di bawah kepemimpinan Rektor UM, seluruh elemen universitas dapat kembali menjalankan “orkestra UM” secara dinamis dengan sinergi, kolaborasi, dan harmoni yang terjaga, guna mendorong peningkatan kinerja dan daya saing Universitas Negeri Malang di tingkat nasional maupun internasional.