Bintang Corvi Bahas Strategi Kelola Revisi Jurnal
- by Azzahra Nuraini A
- Editor Rio Perdana
- 19 Jan 2026
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Proses publikasi jurnal tidak berhenti saat naskah dikirim. Tahapan setelah submit justru menjadi fase krusial yang menentukan apakah sebuah artikel akan diterima atau terhenti di tengah jalan. Hal inilah yang menjadi fokus pembahasan Bintang Corvi dalam kegiatan
Journal Club House of Lumind.Dalam sesi berjudul
“Setelah Submit: Mengelola Proses Review dan Revisi agar Artikel Tidak Stuck di Jurnal”, Bintang mengajak peserta memahami fase yang kerap dianggap sepele oleh penulis pemula, yakni proses review dan revisi.Ia menjelaskan bahwa status
under review menandakan dimulainya komunikasi intens antara penulis, editor, dan reviewer. Pada tahap ini, penulis dituntut tidak hanya sabar menunggu, tetapi juga siap secara mental menghadapi berbagai kemungkinan keputusan editor.“Keputusan editor bisa bervariasi, antara
accepted, minor revision, major revision, atau decline. Dalam hal ini, penulis harus selalu siap secara mental dengan segala hasil yang didapatkan,” ungkap Bintang, Senin (19/1/2026).Menurutnya, banyak artikel terhambat bukan karena kualitas riset yang lemah, melainkan karena respon revisi yang kurang rapi, tidak menjawab komentar reviewer secara utuh, atau dikerjakan melewati batas waktu yang ditentukan.
Bintang menekankan bahwa kunci utama dalam menghadapi revisi adalah menjawab setiap komentar reviewer secara sistematis dan profesional.
“Pastikan revisi yang dilakukan benar-benar menjawab
concern reviewer. Author juga perlu membuat response form untuk menjelaskan setiap perubahan yang dilakukan, sehingga reviewer dapat melihat dengan jelas perbaikan yang sudah dibuat,” jelasnya.Selain aspek teknis, ia juga menyoroti pentingnya sikap mental penulis, terutama saat menghadapi revisi berulang.
“Sikap mental yang paling penting adalah rendah hati. Tulisan tidak akan pernah sempurna tanpa masukan dan kritik reviewer,” ujarnya.
“Mindset paling penting adalah mengerjakan revisi bukan berarti tulisan kita banyak kesalahan, tetapi sebagai upaya meningkatkan kualitas tulisan dan membuatnya semakin baik.”
Sesi ini menutup rangkaian Journal Club House of Lumind dengan pesan bahwa publikasi jurnal merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta kesiapan mental. Dengan memahami proses pasca-submit secara utuh, penulis diharapkan tidak lagi melihat revisi sebagai hambatan, melainkan sebagai bagian penting dari perjalanan akademik.