Remaja Rentan Pengaruh Narkoba,Waspadai Dampaknya
- by Savana Lita Dian Safitri
- Editor Rio Perdana
- 17 Jan 2026
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman bagi generasi muda Indonesia. Di tengah banyaknya akses informasi, pergaulan yang luas serta tekanan dari lingkungan sosial, anak remaja berada di posisi rentan pengaruh narkoba. Oleh karenanya, pemerintah hadir melalui Badan Narkotika Nasional untuk memberi edukasi kepada generasi muda terkait bahaya narkoba.
Perwakilan BNN Kabupaten Malang, Nurteta Wulansari, S.I.Kom,M.A mengatakan bahwa narkoba tidak memandang usia, latar belakang maupun status sosial. Tetapi anak remaja yang paling rentan karena rasa keingintahuannya yang tinggi.
“Dari rasa ingin tahu yang tinggi ini, mereka selalu ingin mencoba hal-hal baru. Mereka pun lebih mendengarkan teman daripada orang tua. Tetapi untuk anak yang mempunyai ketahanan diri kuat, mereka mampu mengatakan tidak jika teman menawarinya narkoba. Jika anak mempunyai lingkaran pertemanan yang tidak baik, mereka harus menolak berkata tidak dan meninggalkan lingkaran itu pelan-pelan,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Keluarga memegang peran penting dalam membentuk ketahanan diri anak. Keluarga yang terbuka komunikasi, hangat dan menerima anak akan membuat mereka merasa cukup dan tidak mencari validasi di luar rumah. Anak yang terbiasa bercerita dan merasa didengar cenderung mempunyai kepercayaan diri dan mampu berkata “tidak” pada hal negatif.
Dampak penggunaan narkoba pada anak cukup serius, terutama untuk fisik. Salah satu organ yang akan mengalami kerusakan permanen adalah otak. Kedepannya pengguna narkoba akan mengalami penurunan konsentrasi, kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.
“bagian tubuh lain pun juga bisa mengalami kerusakan tergantung jenis narkoba yang di pakai. Tapi yang paling parah memang otak ini yang keropos. Sedang otak ini kan aset untuk masa depan anak muda. Jadi jangan sampai coba-coba untuk menggunakan narkoba,” tambahnya.
Untuk mencegah terjadinya penyebaran dan penggunaan narkoba, sekolah bisa berkoordinasi kepada BNN serta kepolisian untuk melakukan beberapa kegiatan penyuluhan, tes urin, deteksi dini,dsb. Jika sekolah sudah bekerjasama dengan BNN harapannya bisa meminimalisir dan menekan angka penyebaran narkoba.