BRIN Kembangkan Eksoskeleton Lengan Atas untuk Pasien Stroke

KBRN, Manado: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan alat kesehatan berupa eksoskeleton lengan atas untuk membantu rehabilitasi pasien pasca-stroke. Inovasi ini dirancang untuk meningkatkan fungsi motorik sekaligus kualitas hidup penyintas stroke melalui teknologi mekatronika cerdas.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Mekatronika Cerdas BRIN, Aditya Sukma Nugraha, menjelaskan eksoskeleton tersebut memanfaatkan sistem kontrol adaptif dan sensor terintegrasi agar proses rehabilitasi dapat berjalan lebih efektif dan aman.

“Dengan teknologi mekatronika cerdas, sistem kontrol adaptif, serta sensor yang terintegrasi, eksoskeleton ini diharapkan mampu mendukung rehabilitasi pasien pasca-stroke secara optimal,” ujar Aditya saat menerima kunjungan edukasi mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung, Rabu (7/1).

Ia menuturkan, pengembangan perangkat medis berbasis sistem dinamika kompleks dan monitoring terintegrasi merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan pelayanan kesehatan modern. Inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada aspek kenyamanan, keselamatan, dan manfaat nyata bagi pengguna.

Aditya menambahkan, pengembangan mekatronika cerdas berorientasi pada sistem kontrol presisi, pemodelan dinamis, serta penerapannya pada berbagai bidang strategis, termasuk perangkat medis dan astronomi. Ia menekankan empat aspek kunci dalam pengembangan sistem modern, yakni sistem dinamika kompleks, sistem kontrol, sensor dan aktuator, serta penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dalam riset sistem dinamika kompleks, fokus penelitian diarahkan pada pemodelan, simulasi, serta analisis kinerja sistem secara menyeluruh. Sistem semacam ini melibatkan banyak variabel yang saling berinteraksi, mulai dari motor, aktuator, sensor, hingga struktur mekanik, serta dipengaruhi gangguan eksternal seperti perubahan beban dan lingkungan.

Selain itu, karakteristik non-linearitas pada sistem juga menjadi tantangan tersendiri karena hubungan input dan output tidak bersifat linier. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan pemodelan dan strategi kontrol yang adaptif dan canggih.

BRIN terus mendorong penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional yang berorientasi pada solusi nyata. Pengembangan sistem mekatronika cerdas diharapkan dapat berkontribusi signifikan bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

(Fika Hamzah)


Rekomendasi Berita