Bupati Ajak Pelajar Bangun Integritas Untuk Lawan Korupsi

KBRN, Dompu : Bupati Dompu, Bambang Firdaus, menegaskan pentingnya menanamkan nilai kejujuran sejak dini sebagai langkah utama dalam memerangi korupsi. Hal itu disampaikannya saat membuka Lomba Pidato Anti Korupsi yang diikuti 51 pelajar SMA sederajat se-Kabupaten Dompu, dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Berantas Korupsi, Untuk Kemakmuran Rakyat.”

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa praktik korupsi tidak akan pernah hilang hanya dengan penindakan hukum atau pengawasan yang ketat, tetapi harus dimulai dari karakter dan mental setiap individu.

“Jika kejujuran terus bersemayam dalam diri, korupsi tidak akan pernah ada. Penindakan boleh banyak, sistem boleh diperketat, tapi tanpa integritas, korupsi akan tetap muncul,” katanya, Selasa (9/12/2025).

Bambang Firdaus menyebut korupsi sebagai tindakan yang merusak bangsa, melemahkan generasi, dan membuat negara miskin.

Ia menegaskan bahwa korupsi tidak hanya berupa pengambilan uang negara, tetapi juga tindakan kecil yang mengabaikan tanggung jawab dan kejujuran.

“Datang terlambat bekerja, mengabaikan tugas, itu juga bentuk korupsi. Korupsi adalah budaya, bagian dari mental yang harus diperbaiki,” katanya.

Bupati mengingatkan agar masyarakat berhenti melihat korupsi sebagai hal lumrah atau tontonan belaka. Menurutnya, pemberantasan korupsi adalah tanggung jawab semua pihak, bukan hanya aparat penegak hukum.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dompu mengajak para orang tua dan guru untuk memberikan teladan kepada generasi muda. Menurutnya, pendidikan antikorupsi tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus ditanamkan melalui perilaku nyata.

“Percuma kita berkampanye antikorupsi kalau kita sendiri tidak memberi contoh. Anak-anak belajar dari apa yang kita lakukan. Kejujuran harus dimulai dari diri sendiri, lalu ditularkan kepada generasi di bawah kita,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa anak-anak saat ini masih “putih dan bening”, sehingga merupakan waktu terbaik menanamkan nilai-nilai moral, integritas, dan kejujuran.

Bupati menegaskan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang harus diperangi sejak sekarang. Ia mengajak para pelajar untuk menjaga pikiran dan perilaku agar kelak menjadi pemimpin yang bersih dan berintegritas.

“Korupsi harus kita jadikan sesuatu yang menakutkan, bukan kebiasaan. Jangan biarkan generasi kita tumbuh dengan melihat korupsi sebagai hal wajar,” katanya.

Bupati juga menekankan bahwa bangsa hanya bisa maju jika masyarakatnya jujur.

“Kejujuran itu mahal. Kalau kita hidup dengan hasil yang tidak benar, kita tidak akan pernah merasa nyaman,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Bambang Firdaus memberikan motivasi kepada seluruh peserta lomba untuk terus membangun diri dan menjauhi perilaku koruptif.

Ia menyebut para pelajar sebagai harapan bangsa dan pemimpin daerah di masa depan.

“Teruslah jaga hati, jaga pikiran, dan berperilakulah positif. Di ruangan inilah calon-calon pemimpin masa depan kita. Jadilah generasi yang jujur dan berintegritas,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dompu sekaligus membuka secara resmi peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia tingkat SMA se Kabupaten Dompu tahun 2025.


Rekomendasi Berita