Evaluasi Berkelanjutan Perkuat Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Bumigora
- by Kholil Bisri
- Editor Hayatun Sofian
- 20 Jan 2026
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Bumigora (UBG), dr. Karina Anindita, M.Biomed., Sp.PD., menempatkan evaluasi sebagai langkah awal dalam menjaga mutu pendidikan. Ia memandang evaluasi penting untuk memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan sesuai rencana. Pendekatan ini diterapkan sejak fakultas mulai menerima mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa Fakultas Kedokteran UBG tergolong baru dalam penyelenggaraan pendidikan kedokteran. Kondisi tersebut membuat setiap tahapan pembelajaran harus diawasi secara ketat. Evaluasi dilakukan agar tidak ada proses yang berjalan tanpa kendali.
Menurutnya, evaluasi dilaksanakan pada setiap tahapan pembelajaran yang telah dijalani mahasiswa. Setiap tahapan langsung ditinjau setelah proses pembelajaran selesai. Hasilnya dijadikan bahan perbaikan untuk pelaksanaan berikutnya.
“Evaluasi kami lakukan di setiap tahapan pembelajaran. Setiap proses yang berjalan langsung kami tinjau,” ujarnya, Selasa 20 Januari 2026.
Ia menyampaikan bahwa proses evaluasi tersebut telah dibahas dalam beberapa kali rapat, khususnya pada bidang pendidikan. Rapat tersebut menghasilkan sejumlah catatan penting. Catatan itu dijadikan dasar pengambilan kebijakan akademik.
Dalam evaluasi awal, ia menilai materi pembelajaran masih berada pada jalur yang tepat.
Ia juga menuturkan bahwa masukan dari mahasiswa menjadi bagian penting dalam evaluasi pembelajaran. Mahasiswa diminta menyampaikan pengalaman belajar secara terbuka. Pendekatan ini digunakan untuk membaca kondisi pembelajaran secara lebih objektif.
Hasil evaluasi mahasiswa, menurutnya, tidak berhenti pada pencatatan semata. Fakultas akan menyampaikan hasil tersebut kepada dosen pengampu. Langkah ini bertujuan mendorong perbaikan performa mengajar.
“Hasil evaluasi mahasiswa akan kami sampaikan kepada dosen terkait. Harapannya dosen dapat meningkatkan performa pembelajaran,” katanya.

Gedung Universitas Bumigora. (Foto: RRI/Kholil).
Ia memandang bahwa peningkatan kualitas pembelajaran harus dilakukan secara berkelanjutan. Setiap dosen diharapkan terbuka terhadap masukan. Evaluasi dijadikan sarana refleksi bersama dalam lingkungan akademik.
Selain pendidikan, ia juga menyampaikan perhatian fakultas terhadap bidang penelitian. Penelitian dipandang sebagai pilar penting dalam pengembangan institusi. Oleh karena itu, penyusunan arah penelitian mulai dilakukan secara terstruktur.
Ia menjelaskan bahwa fakultas telah menyusun roadmap penelitian. Roadmap tersebut diselaraskan dengan visi, misi, dan keunggulan fakultas. Seluruh dosen diarahkan agar penelitian berjalan searah.
“Saat ini kami sudah menyusun roadmap penelitian. Arah penelitian disesuaikan dengan visi, misi, dan keunggulan fakultas,” katanya.
Ia berharap seluruh dosen dapat terlibat aktif dalam kegiatan penelitian. Penelitian tidak hanya bersifat kewajiban akademik. Aktivitas tersebut diharapkan memperkuat identitas Fakultas Kedokteran UBG.
Selain penelitian, pengabdian kepada masyarakat juga menjadi perhatian. Ia menyebut fakultas telah beberapa kali melaksanakan kegiatan pengabdian. Kegiatan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan puskesmas di Kota Mataram.
“Kami sudah beberapa kali melakukan pengabdian masyarakat. Waktu itu bekerja sama dengan puskesmas yang ada di Kota Mataram,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian akan terus ditingkatkan. Fakultas ingin memperluas jangkauan serta dampak kegiatan tersebut. Pengabdian diposisikan sebagai bagian penting tridarma perguruan tinggi.
Sebagai fakultas yang masih berkembang, ia menegaskan pentingnya penguatan dasar. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian dijalankan secara seimbang. Ketiganya dipandang saling berkaitan dalam peningkatan mutu.
“Karena kami masih baru, penguatan dasar menjadi fokus utama. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kami jalankan secara seimbang,” jelasnya.
Ia berharap evaluasi yang dilakukan secara konsisten dapat menjaga kualitas pendidikan kedokteran. Setiap masukan dijadikan bahan perbaikan berkelanjutan. Fakultas berkomitmen membangun mutu sejak tahap awal.