Jejaring Kerja Sama Perkuat Pendidikan Fakultas Kedokteran UBG

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya Fakultas Kedokteran Universitas Bumi Gora memperkuat kualitas pendidikan tidak hanya dilakukan di dalam kampus. Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Bumigora (UBG), dr. Karina Anindita, M.Biomed., Sp.PD., menilai jejaring kerja sama menjadi penopang penting proses pembelajaran. Penguatan relasi institusional dipandang strategis sejak awal berdirinya fakultas.

Ia menyampaikan bahwa fakultas sejak awal telah membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut mencakup institusi pendidikan kedokteran dan fasilitas layanan kesehatan. Langkah ini dilakukan untuk mendukung proses pendidikan mahasiswa.

Menurutnya, pendidikan kedokteran memiliki karakter yang berbeda dengan bidang lain. Mahasiswa tidak cukup hanya dibekali teori di ruang kelas. Pengalaman belajar melalui mitra eksternal menjadi kebutuhan.

“Kami sudah menjalin kerja sama dengan beberapa fakultas kedokteran dari universitas lain dan rumah sakit. Kerja sama ini kami siapkan untuk mendukung pembelajaran,” jelasnya, Rabu 21 januari 2026.

Ia menjelaskan bahwa kerja sama dengan rumah sakit disiapkan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada kesepakatan dan penyamaan visi. Implementasi menjadi perhatian berikutnya.

Dalam pandangannya, kerja sama tidak boleh berhenti pada dokumen formal. Mahasiswa harus merasakan langsung manfaat dari kemitraan tersebut. Karena itu, setiap kerja sama diarahkan pada aktivitas nyata.

“Ke depan, kerja sama ini tentu harus diimplementasikan. Mahasiswa harus bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

Ia menilai rumah sakit mitra berperan penting dalam pembelajaran lapangan. Melalui fasilitas tersebut, mahasiswa dapat memahami pelayanan kesehatan secara riil. Pengalaman ini melengkapi proses akademik.

Menurutnya, kesiapan institusi menjadi faktor utama dalam menentukan pelaksanaan kerja sama. Fakultas menyesuaikan program dengan kapasitas mitra. Pendekatan ini dilakukan agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Ia juga menyampaikan bahwa jejaring kerja sama tidak dibatasi pada satu wilayah. Fakultas membuka peluang memperluas kemitraan dengan berbagai rumah sakit.

“Kami akan melihat peluang kerja sama dengan rumah sakit lain. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan,” ujarnya.

Ia memandang kerja sama institusional sebagai bagian dari strategi jangka panjang. Pendidikan kedokteran harus membentuk lulusan yang siap menghadapi tantangan lapangan. Pengalaman praktis menjadi bekal penting.

Menurutnya, keterhubungan antara teori dan praktik akan memperkuat pemahaman mahasiswa. Proses belajar menjadi lebih kontekstual. Hal ini menjadi prinsip dalam pengembangan pembelajaran.

Ia menilai kerja sama juga membuka ruang kolaborasi keilmuan. Interaksi dengan tenaga medis memberi perspektif baru bagi mahasiswa. Lingkungan belajar menjadi lebih dinamis.

“Mahasiswa perlu melihat langsung praktik pelayanan kesehatan. Itu bagian penting dari proses pendidikan kedokteran,” katanya.

Ia berharap kerja sama yang telah dibangun dapat terus berkembang. Fakultas berkomitmen menjaga komunikasi dengan mitra. Keberlanjutan menjadi perhatian utama.

Sebagai fakultas yang masih berkembang, ia melihat jejaring kerja sama sebagai penguatan dasar institusi. Pendidikan kedokteran membutuhkan dukungan banyak pihak. Sinergi menjadi kunci keberhasilan.

Ia optimistis kerja sama institusional akan berdampak pada kualitas lulusan, karena setiap pengalaman lapangan memperkaya kompetensi mahasiswa. Fakultas juga berkomitmen untuk terus memperluas jejaring.

“Kerja sama ini kami harapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan ke depan,” jelasnya.

Rekomendasi Berita