Pembinaan Karakter Siswa Jadi Prioritas Penguatan Budaya Sekolah

  • 29 Jan 2026 13:50 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Penguatan karakter siswa menjadi perhatian penting dalam arah kebijakan pendidikan di MTsN 2 Mataram. Sekolah menilai pembentukan sikap dan kepribadian menjadi fondasi utama keberhasilan belajar.

Suasana religius dan disiplin mulai dibangun melalui kebiasaan harian di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut dirancang agar nilai-nilai positif tumbuh secara alami dalam keseharian siswa.

Pelaksana Tugas Kepala MTsN 2 Mataram, Siti Hapsah menegaskan pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata. Menurutnya, keberhasilan sekolah juga tercermin dari perilaku dan etika peserta didik.

“Anak yang pintar itu penting, tapi berkarakter baik jauh lebih utama,” ungkapnya, Kamis 29 januari 2026.

Ia menjelaskan pembiasaan sikap disiplin dilakukan sejak siswa memasuki gerbang sekolah. Guru dan tenaga kependidikan dilibatkan untuk memberi contoh langsung dalam keseharian.

Pendekatan keteladanan dinilai lebih efektif dibanding sekadar aturan tertulis. Siswa diharapkan meniru perilaku positif yang mereka lihat setiap hari.

Selain itu, kegiatan keagamaan rutin terus diperkuat untuk membentuk kepribadian yang lebih matang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ilmu dan akhlak.

Ia menyebut perubahan perilaku siswa tidak bisa terjadi secara instan. Karena itu, pembinaan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Karakter itu dibentuk lewat proses panjang, bukan satu dua kegiatan saja,” jelasnya.

Sekolah juga menggandeng orang tua untuk menjaga kesinambungan pembinaan di rumah. Komunikasi dilakukan agar nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah tetap berjalan di lingkungan keluarga.

Kolaborasi tersebut dinilai penting agar siswa mendapat penguatan dari dua lingkungan utama. Dengan begitu, pesan pendidikan tidak terputus.

Ia berharap budaya sekolah yang positif mampu menciptakan suasana belajar lebih nyaman. Lingkungan yang kondusif diyakini berdampak langsung pada semangat belajar siswa.

“Kalau anak merasa aman dan dihargai, mereka biasanya lebih mudah diarahkan,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....