Kemendagri Evaluasi Inflasi Nasional Jelang Ramadan

RRI.CO.ID, Medan - Kementerian Dalam Negeri mengevaluasi kondisi inflasi nasional menjelang Ramadan 2026 dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah.


Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir menyampaikan inflasi nasional secara year on year pada Desember 2025 tercatat sebesar 2,92 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang target inflasi nasional 2,5 persen dengan toleransi plus minus 1 persen.

“Batas kita yang ideal adalah 2,5 persen,” ujar Tomsi.

Ia menjelaskan inflasi ideal dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan produsen dan konsumen. Inflasi yang terlalu rendah dapat menekan produsen, sementara inflasi yang terlalu tinggi akan memberatkan masyarakat.

Tomsi mengakui pada Desember 2025 terjadi kenaikan inflasi bulanan sebesar 0,64 persen, yang dipengaruhi bencana di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. “Dengan kondisi saudara-saudara kita mendapatkan musibah, kita masih mendapatkan angka yang baik, di mana masih dalam batasan 1,5 sampai 3,5 persen,” katanya.

Ia juga meminta agar rapor inflasi daerah sepanjang 2025 segera disusun sebagai bahan evaluasi bersama, untuk memetakan daerah dengan inflasi tinggi serta komoditas penyebabnya.

“Rapat ini bukan formalitas. Rapat ini juga untuk menunjukkan upaya teman-teman di daerah, menunjukkan kemampuan teman-teman di daerah,” kata Tomsi.

Rakor tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Imran, Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal, Direktur Statistik Harga BPS Windhiarso Ponco Adi Putranto, serta Plt Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah, dan diikuti seluruh pemerintah daerah secara virtual.

Rekomendasi Berita