Asap Karhutla Ancam Kesehatan Anak dan Lansia

RRI.CO.ID, Meulaboh : Paparan asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2026 ini terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Berikut adalah rincian dampak dan langkah antisipasi yang perlu diperhatikan:

Mengapa Anak-anak dan Lansia Sangat Rentan?

  • Anak-anak: Memiliki laju pernapasan yang lebih cepat dan sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, sehingga menghirup lebih banyak polutan dibandingkan orang dewasa.
  • Lansia: Seringkali memiliki kondisi kesehatan kronis bawaan dan penurunan fungsi paru serta jantung, yang memperburuk efek paparan polusi udara.

Risiko Kesehatan Utama

  1. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut): Gejala meliputi batuk, pilek, dan sesak napas.
  2. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) & Asma: Asap dapat memicu kekambuhan yang fatal.
  3. Gangguan Jantung: Partikel halus (PM2.5) dalam asap dapat masuk ke aliran darah dan memicu serangan jantung.
  4. Iritasi Mata dan Kulit: Paparan langsung menyebabkan mata merah, perih, dan gatal pada kulit.

Langkah Pencegahan bagi Keluarga

  • Pantau Kualitas Udara: Cek secara berkala melalui aplikasi seperti IQAir atau ISPU Net dari KLHK.
  • Gunakan Masker Standar: Gunakan masker N95 atau KN95 saat harus keluar rumah karena masker kain biasa tidak cukup menyaring partikel halus.
  • Kurangi Aktivitas Luar Ruangan: Tetap di dalam rumah dengan jendela dan pintu tertutup.
  • Gunakan Air Purifier: Jika memungkinkan, gunakan pemurni udara dengan filter HEPA di dalam ruangan.
  • Hidrasi & Gizi: Pastikan anak dan lansia minum air putih yang cukup dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga imunitas.

Pemerintah menghimbau agar segera membawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat jika muncul gejala sesak napas yang memberat atau nyeri dada. Konsultasi medis juga dapat dilakukan melalui layanan Telemedisin Kemenkes untuk penanganan awal.



Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita