RRI.CO.ID, Nabire - Lagu karya Piche Kota yang berjudul Bahagia Lagi ini menceritakan hubungan yang penuh salah paham dan emosi, di mana cara bertutur dan bahasa cinta yang keliru memicu luka. Tokoh “aku” merasa sering disalahkan, emosinya terbakar, dan senyumnya menjadi ragu karena konflik yang berulang. Meski begitu, ia tidak sepenuhnya menyerah.
Di tengah kegagalan dan rasa kecewa, ada harapan kuat untuk memperbaiki segalanya. Tokoh “aku” memilih bertahan, belajar memahami kesedihan, dan rela menunggu, bahkan jika harus melewati palung kekecewaan. Ia percaya bahwa ini bukan akhir cerita, dan masih ada kemungkinan akhir yang berbeda.
Lagu ini juga menyoroti kesetiaan dan keyakinan yang keras kepala—bahkan jika pada akhirnya mereka menjadi asing atau bahagia terasa mustahil, sang tokoh tetap memilih percaya. Harapan terbesar dalam lagu ini adalah kembali bahagia bersama, tertawa lagi, meninggalkan tangis, dan memastikan bahwa tak ada yang harus merasa sendirian.
Berikut Lirik Lagunya yang dikutip dari youtube Piche Kota :
Salahmu begini
Beri api pada emosi
Caramu bertutur
Seperti semua karenaku
Tanpamu, oh, tanpamu
Senyumku terasa ragu
Semua karenaku
Bahasa cinta yang keliru
Walau gagal kala mencoba
Ku tak akan lekas percaya
Ini bukan akhir cerita
Kita cari akhir berbeda
Bila nanti kita berdua telah bahagia lagi
Tiada lagi ruang tempat untuk
Ku terlatih mengerti kala sedih temani
Ku tak masalah asal kau di sini
Dan mungkin kita berdua 'kan tertawa lagi
Tangis air mata akan pergi
Ini 'kan terlewati, tak ada yang sendiri
Kupastikan kita bahagia lagi
Sampai kutemukan caraku untuk lupakanmu pergi dan hidup mati rasa
Pastikan aku untuk menunggumu sampai pada palung kecewa
Bila pada akhirnya kita menjadi asing pada kata bahagia
Sialnya, sayangnya, sialnya, aku akan tetap percaya
Suatu kala nanti
Bila nanti kita berdua telah bahagia lagi
Tiada lagi ruang tempat untuk
Ku terlatih mengerti kala sedih temani
Ku tak masalah asal kau di sini
Dan mungkin kita berdua 'kan tertawa lagi
Tangis air mata akan pergi
Ini 'kan terlewati, tak ada yang sendiri
Kupastikan kita bahagia lagi
Kupastikan kita bahagia lagi