Persinab Nabire Hadapi Persibo di Laga Hidup Mati
- by Arnol Saudila
- Editor Jodefry Panjaitan
- 20 Jan 2026
- Nabire
RRI.CO.ID, Solo - Persinab Nabire Sang Maestro masih menyimpan satu peluang terakhir untuk melangkah ke babak 8 besar Liga 3 Nusantara musim 2025/2026. Tim berjuluk Hiu Paus Kwatisore itu akan menghadapi Persibo Bojonegoro pada laga pamungkas Grup C putaran ketiga, Sabtu, 24 Januari 2026.
Pertandingan ini menjadi penentu nasib Persinab. Kemenangan atas Persibo menjadi harga mati jika ingin menjaga peluang lolos ke fase delapan besar. Namun, hasil laga lain antara Rans Nusantara FC kontra Persikutim juga akan sangat menentukan langkah tim asal Papua Tengah tersebut.
Saat ini, Persika Karanganyar telah memastikan satu tiket babak delapan besar dengan kokoh di puncak klasemen Grup C usai mengoleksi 23 poin dari 12 pertandingan, poin yang sudah tak terkejar para pesaingnya. Sementara satu slot tersisa masih diperebutkan sengit oleh Rans Nusantara FC, Persinab Nabire, dan Persibo Bojonegoro.
Rans Nusantara FC sementara berada di posisi kedua dengan 17 poin dan akan menghadapi Persikutim yang menempati dasar klasemen dengan 6 poin. Di sisi lain, Persinab Nabire berada di peringkat ketiga dan Persibo Bojonegoro di posisi keempat, membuat duel Persinab kontra Persibo menjadi laga hidup-mati.
Sekretaris Persinab Nabire Sang Maestro, Benny Erari, mengakui peluang timnya masih terbuka, meski diwarnai penyesalan atas hasil di beberapa laga krusial sebelumnya.
“Memang ini grup yang sangat berat, tapi kami tetap berjuang. Dari hasil pertandingan di putaran ketiga, kami sangat menyayangkan dua laga yang seharusnya bisa mengamankan poin penuh. Kami hanya seri melawan Persika dan kalah dari Persikutim. Itu yang membuat posisi kami seperti keluar dari lubang jarum,” ujar Benny.
Menurutnya, kemenangan atas Persibo belum otomatis mengantar Persinab ke semifinal. Timnya masih harus berharap pada hasil pertandingan lain.
“Walaupun kami menang melawan Persibo Bojonegoro, kelolosan kami masih ditentukan dari laga Rans Nusantara FC melawan Persikutim. Jika Kutim menang atau laga berakhir imbang, itu akan sangat menguntungkan kami,” katanya.
Benny tak menampik peluang yang dihadapi Persinab tergolong berat. Namun, keyakinan dan semangat juang tetap menjadi pegangan tim.
“Mungkin ini terlihat seperti misi yang mustahil, tapi kami percaya. Mudah-mudahan Tuhan berkenan, kami menang di laga terakhir dan bisa lolos sebagai runner-up mendampingi Persika Karanganyar ke 8 besar,” ucapnya penuh harap.
Ia menegaskan seluruh pemain akan berjuang habis-habisan demi membawa nama Persinab Nabire melangkah lebih jauh di kancah nasional.
“Kami akan berjuang semaksimal mungkin untuk tim kebanggaan kita semua, Persinab Nabire Sang Maestro,” tutup Benny.