TBC di Nunukan Meningkat, Dinkes Temukan 545 Kasus
- by Salma Amin
- Editor Muhammad Wahyu
- 20 Jan 2026
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Nunukan mencatat, jumlah kasus tuberkulosis (TBC) di daerah ini mencapai 545 pada 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat 378 kasus.
Kepala Dinkes P2KB Nunukan, Hj. Miskia, menyebutkan, peningkatan kasus TBC menunjukkan penyakit ini menjadi masalah serius di Nunukan. Menurutnya, penularan penyakit ini dipengaruhi oleh lingkungan yang padat dan kurangnya kesadaran memakai masker.
"Jadi, itu karena lingkungan ya, misalnya dalam satu ruangan dengan jumlah orang yang padat, itu berisiko tertular jika ada penderita karena itu kan dari droplet ya makanya penting menggunakan masker," kata Hj. Miskia, Selasa (20/1/2026).
Ia menambahkan, gejala awal TBC yang berupa batuk sering dianggap masyarakat sebagai batuk biasa. Hal ini membuat banyak orang tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, sehingga penyakit tidak terdeteksi lebih cepat.
Selain itu, stigma dan rasa malu terhadap TBC membuat penderita menunda pemeriksaan. "Masyarakat juga masih banyak yang tabu dengan TBC ini sehingga malu untuk memeriksakan kesehatan, makanya dibiarkan dan akhirnya menular," ujarnya.
Hj. Miskia menekankan agar penderita mengonsumsi obat sesuai aturan dan waktu yang telah ditentukan. Jika pengobatan dilakukan secara rutin, penderita dapat sembuh total.
Capaian pengobatan pada 2024 menunjukkan sekitar 85 persen penderita dinyatakan sembuh. Sisanya gagal sembuh karena ada yang tidak rutin minum obat atau pindah domisili sehingga pengobatan tidak berkesinambungan.